Home Blog

Kolom Ganggas Yusmoro: DENDAM KESUMAT PENDUKUNG 02

0

Ganggas Yusmoro 4Empat Tahun lebih dalam situasi dendam kesumat karena kemenangan Jokowi. Tentu telah terjadi tekanan dan pergolakan batin yang dahsyat. Mereka cenderung kalap.  Dendam kesumat tersebut akhirnya menjerumuskan mereka. Inilah diantara mereka.

Kolom Eko Kuntadhi: KALAH PILPRES, KPU DIBELAH (Sirulo TV)

0

Eko Kuntadhi 4Hari ini [Kamis 21/3], hampir semua pentolan Prabosan berteriak perlunya pemantau asing dalam Pemilu. Padahal, tanpa mereka teriakpun, berbagai lembaga pemantau internasional rutin memantau setiap Pemilu kita. Apa maksud teriakan itu?

Kolom Boen Syafi’i: KEMANUSIAAN ADALAH WUJUD CINTA NYATA

0

Boen Safi'iSetelah insiden penembakan brutal terhadap umat Muslim di Cristchurch, Selandia Baru, serentak umat Nasrani menunjukan aksi kemanusiaanya. Mereka memberikan dukungan moral untuk saudara Muslimnya, dengan ikut menjaga Masjid dari serangan teroris kembali. Benar benar sebuah keajaiban cinta yang nyata. Namun …

KITA ADALAH INDONESIA

0

Dedy Nur ST

Caleg DPR RI no 2 PSI Dapil Bali

Andi SafiahStigma “pendatang” yang masih sering digunakan dalam pergaulan antara manusia di Republik Indonesia saya kira sangat tendensius dan diskriminatif. Di hadapan konstitusi kedudukan kita sebagai warga negara Indonesia sama. Berhentilah menggunakan istilah-istilah yang tendensius yang seolah-olah anda adalah penduduk yang paling asli tanpa campur tangan dari manapun.

Kolom Panji Asmoro: AKADEMIS BERLAPIS

0

Panji Asmoro EdanKadang saya heran melihat ada orang yang berada di ranah akademik, dengan gelar akademis berlapis, tetapi bisa bertindak sebagai penyebar hoax di medsos. Baik dengan cara meneruskan kontennya secara langsung atau dengan memakai bahasa tersirat yang esensinya meneruskan sebuah informasi yang belum tentu kebenarannya.

Kolom Ganggas Yusmoro: MENANTI ADA SUJUD SUKUR DARI KUBU 02 (Menanggapi Hasil Survey Kompas)

0

Ganggas Yusmoro 4Dua hari terakhir ini Kubu 02 bagaikan dielus-elus oleh angin surga karena hasil survey Kompas yang mengulas elektabilitas Capres 02 mengalami kenaikan sekitar 4% dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Sedangkan Jokowi anjlok di bawah 50%. Persoalannya adalah, ketika lembaga-lembaga survey lain yang lebih kredibel, yang lebih akurat dan mempunyai jam terbang lebih profesional sangat berbeda dengan hasil survey Kompas, apakah ada rekayasa survey?

Kolom Eko Kuntadhi: SURVEY GELAS KOSONG (Sirulo TV)

0

Eko Kuntadhi 4Survey Kompas menunjukan hasil angka untuk Jokowi 49,2% berhadapan dengan Prabowo 37%. Dengan sisa suara yang belum menentukan (undicided voters) 13,4%. Angka itu tetap menunjukan kemenangan Jokowi dengan selisih 12% lebih. Angka 49,2% buat Jokowi-Amin secara psikologis memang terasa kurang nyaman dibaca oleh pendukungnya. Bukan apa-apa. Syarat kemenangan harus lebih dari 50% suara.

PSI TIDAK ANTI AGAMA (Sirulo TV)

0

Oleh: Dedy Nur ST

Caleg DPR RI PSI no 2 Dapil Bali

Andi SafiahJadi begini kawan-kawan sebangsa dan setanah air yang dicintai oleh satu kekasih dan satu istri. Sebagai partai politik yang lolos verifikasi faktual dari KPU dan menjadi salah satu peserta Pemilu Tahun 2019, PSI ingin menegaskan bahwa PSI tidak “Anti Agama”. PSI lewat Sis Grace Natalie sebagai Ketua Umum menyampaikan secara tegas dan terbuka bahwa PSI anti pada “Perda” Agama, bukan Agamanya.

Kolom Asaaro Lahagu: SURVEI KOMPAS NYARIS TAK DIPUBLISH (Akhirnya Keluar, Untungkan Kubu Jokowi)

2
Asaaro Lahagu
Asaaro Lahagu

Hasil survei Kompas (Jokowi-Ma’ruf 49,2 %; Prabowo-Sandiaga 37,4 %) menyampaikan pesan penting. Selisih elektabilitas antara Jokowi vs Prabowo berada pada angka 11,8%. Selisih itu semakin sedikit.

Kolom Boen Syafi’i: PEREMPUAN DAN SI BUTO IJO

0

Boen Safi'iAlkisah, di sebuah hutan Haiti yang berdekatan dengan Kota Nganjuk, ada seorang perempuan syantik namun sebatang kara. Hidupnya di hutan belantara. Di tengah kesendirian itu, dia sebenarnya berharap agar memiliki seorang anak untuk menghibur hari-harinya.

%d bloggers like this: