Tampilan Seni Untuk Acara Peresmian Museum Karo

2
274

Betlehem Ketaren

Darta BV Surbakti, Sandro Sigiro, Riki Sagala, Jaspen Limbong  dan Dodek Sagala dalam persiapan penampilan mereka dalam acara peresmian Museum Karo
Darta BV Surbakti, Sandro Sigiro, Riki Sagala, Jaspen Limbong dan Dodek Sagala dalam persiapan penampilan mereka dalam acara peresmian Museum Karo

BETLEHEM KETAREN. BERASTAGI. Peresmian Museum Pusaka Karo dan Rumah Gugung di Berastagi yang akan dilaksanakan Sabtu 9 Pebruari 2013 ini mulai hangat dibicarakan di tingkat lokal maupun nasional, di dunia nyata maupun di dunia maya. Peresmian sebagai suatu pesta tentu kurang berkesan tanpa hiburan. Bagaimanakah bentuk hiburan yang akan ditampilkan pada acara peresmian itu? Yuk, kita intip!

Ini dia orang-orang yang akan duduk di amak si erjabaten: Darta BV Surbakti (tukang kidik kulcapi sekaligus tiup surdam, sarunai, suling dan juga pingko-pingko), Jaspen Limbong (memainkan gendang si ngindungi, jimbe, seruling, dan gitar), Riki Sagala (memainkan gendang si nganaki) Sandro Sigiro (menyuarakan keteng-keteng) dan Dodek A Sagala (menabuh penganak dan gung). Apa yang akan mereka tampilkan, bukankah group ini unik?

Persiapan tari Raleng Tendi
Persiapan tari Raleng Tendi

“Kita akan tampilkan teatrical Karo sebagai penampilan yang bersatu dan mengalir bersama acara lain, pak!” Darta Surbakti memulai. “Anak-anak Minggu Gembira akan menyambut tamu dengan tarian Mejuah-juah dan dengan tarian pegelaran busananya akan memajangkan berita Enda karo ndai. Muda-mudi selanjutnya menunjukkan ceritera pembangunan rumah Karo dengan tarian Ngerintak Kayu, Raleng Tendi dan Njujung Baka ditutup dengan medley duapuluhan lagu karo sebagai ungkapan syukur.” papar Darta.

“Berapa orang personil hiburan ini, Dar?”, tanya Sora Sirulo.

 

Anak-anak Minggu Gembira berlatih tari Pengalo-ngalo dan tarian pagelaran busana
Anak-anak Minggu Gembira berlatih tari Pengalo-ngalo dan tarian pagelaran busana

“Seratus orang, Pak. Ada Asmika, Remaka dan Mudika. Semuanya antusias latihan. Untuk mengejar, waktu kami latihan setiap hari. Aku yakin siapapun dia, datang dari mana, akan menarikan tarian Karo dengan baik,” katanya.

“Proses latihan ini sekaligus sebagai proses mengkarokan Karo. Mereka dibekali nilai-nilai budaya Karo, itu yang penting,” kata Budi Utomo Sembiring, pengurus Paroki yang selalu mendampingi latihan-latihan ini.

2 COMMENTS

Leave a Reply