Polsek Biru-biru Jaring Pelajar Cabut Sekolah

0
244

Tubuh Seorang Palajar Penuh Tatoo

Kanit Provost Polsek Biru -biru Bripka D. Ginting memberi bimbingan kepada pelajar yang tertangkap tangan cabut sekolah.
Kanit Provost Polsek Biru -biru Bripka D. Ginting memberi bimbingan kepada pelajar yang tertangkap tangan cabut sekolah.

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Operasi Kasih Sayang yang digelar Polsek Biru-biru di depan Mapolsek  berhasil menjaring sejumlah pelajar yang cabut sekolah saat jam pelajaran berlangsung [Selasa 12/2) sekira Pkl. 9.30 wib]. Pantauan Sora Sirulo, para pelajar yang menggunakan sepeda motor menuju lokasi wisata Pantai Sibiru-biru langsung dicegat dan diarahkan memasuki Mako Polsek Biru-biru. Mereka kemudian diminta keterangan dan diberi arahan oleh Kanit Provost Bripka Dahrum Ginting dan Kanit Bimas Ipda BM Sinaga.

Saat polisi melakukan interogasi kepada salah satu pelajar bernama M Adlin Nasution (17) siswa  Kelas III  IPS SMA Tunas Gajah Mada, Medan, pada tubuh warga  Jl. Nuri 15 Perumnas Mandala ini polisi menemukan sejumlah tatoo di tangan kanan, dada dan bagian rusuk kanannya. M. Adlin tidak mengakui dia cabut sekolah.

“Kami baru merayakan Isra Mikrad di sekolah, pak. Makanya cepat pulang. Saya bukan anggota genk motor, pak,” katanya kepada petugas seraya mengatakan tatoo di tubuhnya itu sudah diketahui orangtuanya dan pihak sekolahnya.

Selain M. Adlin, pemilik tatoo bertuliskan “Drank” (peminum) pada dadanya dan gambar burung di salah satu rusuknya ini, polisi juga berhasil menjaring pelajar yang mengaku cabut sekolah masing-masing,  Ratna Melati (17) siswi SMK  Neg. 7 kls III,warga  Jl. Air Bersih Gg Satu. Heri Purwanti Simajuntak (16) siswa Kls II SMK  Otomotif Multi Karya jl sempurna ujung. Reza Dwi Stiawan siswa Kls II  IPA Al Wasliyah warga Jalan Turi no 102 Medan.  Anggi Fitria, siswi  Kls III  IPS  Satria warga Jln Air bersih gg sawah. No 101 Medan.

Kapolsek Biru-biru AKP Mulyadi melalui Kanit Reskrimnya Iptu S. Sembiring ketika dikonfirmasi membenarkanya. “Setelah kita jaring, kita memberi arahan dan bimbingan. Kemudian kita suruh buat pernyataan tidak mengulangi perbuatanya. Selanjutnya kita suruh pulang,” ujar Sembiring.

Leave a Reply