Turnamen Sepak Bola Karo Mulai Berlangsung di Raya

2
287

Betlehem KetarenBETLEHEM KETAREN.  BERASTAGI. Untuk mengurangi kenakalan remaja di Taneh Karo, BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Raya menyumbangkan partisipasinya dengan melaksanakan turnamen sepak bola remaja (13 – 14 tahun) di Desa Raya (Kecamatan Berastagi). Turnamen ini sebagaimana dijadwalkan mulai berlangsung Minggu [17/2] sampai final pada Minggu [10/3], diikuti 20 tim; dari SSB (Sekolah Sepak Bola) maupun Anak Perana Mbaru Mberkat dari desa-desa yang ada di seputaran Kabupaten Karo sampai Kabupaten Deliserdang.

“Sebenarnya ada 50an tim yang berminat ikut, ma. Tapi kita saring 20 tim saja yang selama ini sudah terbukti disiplin, sportif serta bermutu permainannya, supaya enak dipertandingkan dan dapat menjadi contoh bagi remaja peminat-peminat bola,” kata Karya Ginting, ketua panitia turnamen ini kepada Sora Sirulo [Senin 18/2].

Prof. Dr. Paham Ginting SE MSc., guru besar FE USU yang di masa mudanya adalah ujung tombak kesebelasan Guntor, Berastagi, dan kesebelaasan USU, Medan, dalam kata sambutannya pada acara pembukaan kemarin merasa terharu atas inisiatif yang dilakukan BPD Raya ini.

“Pemerintah Kabupaten maupun Propinsi seharusnya melihat peristiwa ini dan peduli terhadap kegiatan seperti ini. Paling tidak dengan memelihara dan mengembangkan stadion Samura di Kabanjahe maupun stadion Gok Purba di Berastagi. Sampai hari ini kita malu mengundang tim dari luar kota bermain di Kabupaten Karo ini. Sepak Bola merupakan sekolah untuk menimba ilmu sportifitas dan proses menyehatkan masyarakat. Dengan main sepakbola kalian tidak akan merokok, tidak berjudi dan tidak ke warnet sampai larut malam. Saya juga dulu pemain sepakbola baik di PSMS maupun di tim USU. Bagi yang pintar main bola nantinya kuliah, saya berjanji membantu kalau ada yang kesulitan ekonomi,” katanya memberi motivasi dan disambut tepuk tangan riuh dalam upacara pembukaan turnamen itu.

 

Tim Peserta

20 tim yang ikut turnamen ini dibagi dalam 4 group, yakni: Group A (Putra Berastagi, Kabanjahe Club, Lau Kawar, Jandi Meriah dan Kacinambun); Group B (Simbisa United, Salit, Tapak Kuda, Munte Barat dan Bandar Baru A); Group C (Macan Karo, Bandar Baru B, Methodist, Guru Benua dan Pesra Raya); Group D (SSB Kubu, Remala, Putra Munte, Ajijahe dan Putra Karo).

Putra Berastagi versus Kabanjahe Club, Simbisa United versus Salit dan Macan Karo versus Bandar Baru B merupakan pertandingan-pertandingan pada hari perdana [Minggu 17/2] kemarin. Ketiganya merupakan pertandingan yang keras, bermutu dan layak untuk ditonton oleh orang-orangtua peminat bola sekalipun.

 

Hasil Pertandingan

Pertandingan pertama antara Putra Berastagi versus Kabanjahe Club dimenangkan 3-2 untuk  kesebelasan Putra Berastagi. Dua gol dicetak nomor punggung 10 dan satu gol dicetak nomor punggung 7. Dari pihak Kabanjahe Club gol diciptakan Doi Boston (7) dan Ali Nurwijayah (6).

Pertandingan kedua pada hari pertama itu, Macan Karo versus Bandar Baru B dimenangkan 1-0 untuk kesebelasan Bandar Baru B. Kemenangan di pihak Bandarbaru B ini pada awalnya mengecoh penonton karena badan mereka yang rata-rata kecil dan dipandang tidak sebanding dengan badan pemain-pemain Macan Karo.

Pertandingan penutup kemarin antara Simbisa United versus Salit dimenangkan kesebelasan Salit 2-0, gol mana dicipkan oleh Arjuna Ginting (no. 8) dan Deri Tarigan (No. 7).

Pertandingan-pertandingan turnamen yang dilangsungkan di lapangan samping Akper-Akbid Takasima ini seperti kemaren setiap hari akan berlangsung meriah.

 

Tim Medis

“Tim medisnya cantik-cantik. Calon-calon bidan dari akademi sebelah. Apa enggak rame kita undang 3, mereka datang 30.” kata Richardo Ginting, panitia yang masih lajang ini, kepada Sora Sirulo.

“Sayang mereka cuma mengobati pemain yang luka dan tidak mengobati panitia, padahal luka hati panitia mungkin luka di atas luka,” seloroh Andri Surbakti, panitia lain sambil melirik Richardo yang sedang membereskan dokumen-dokumen tim.

2 COMMENTS

Leave a Reply