Putra Berastagi Beruntung ke Semi Final

2
182

Betlehem KetarenBETLEHEM KETAREN. BERASTAGI. Kesebelasan-kesebelasan yang masuk 8 besar turnamen BPD-Raya Cup adalah: 1. SSB Putra Berastagi (Juara Pool A);  2. SSB Kacinambun (Runner up Pool A);  3. Munte Barat (Juara Pool B), 4. SSB Salit (Runner up pool B); 5. SSB Bandar Baru B Juara Pool C); 6. SSB Macan Karo (Runner up pool C); 7. SSB Remala (Juara Pool D), dan 8. SSB Putra Munte (runner up pool D). Dua pertandingan perebutan tiket ke babak semi final telah berlangsung antara SSB Putra Berastagi vs SSB Salit dan antara SSB Kacinambun vs SSB Munte barat kemarin sore di lapangan sepak bola Desa Raya (Kecamatan Berastagi) [Senin 4/3]. 

Seru

Pertandingan pertama antara SSB Putra Berastagi vs SSB Salit berjalan sangat seru. Walaupun dari segi postur tubuh para pemain SSB Salit rata-rata lebih kecil dari para pemain SSB Putra Berastagi, para pemain dari SSB Salit bermain garang khususnya Deri (7), Egia (9) dan Brigjen (10). Permainan mereka membuat  Daniel Bukit (4) dkk dari Putra Berastagi kewalahan. Sayangnya, gempuran demi gempuran kesebelasan Salit selalu mentah di tangan Johan Artanta sang kiper SSB Putra Berastagi.

Ridwan Ginting, manejer SSB Puta Berastagi hampir tak pernah berhenti berteriak menyebut satu per satu nama anak-anak asuhannya agar gigih bertahan dan membuang bola jauh-jauh, dengan harapan kiranya pertandingan akan dimenangkan dengan adu pinalti saja. Memang benar, pertandingan dua kali 25 menit itu kemudian berakhir dengan kedudukan kacamata alias 0 – 0. Sesui kesepakatan sebelumnya, diakhiri dengan adu pinalti.

Naas bagi SSB Salit, pada adu pinalti itu, tendangan-tendangan dari algojo Putra Berastagi: Antoni (10), Septa (19)  Daniel (4) dan yang lainnya hanya sekali dapat ditangkis Join (20) sang kiper. Sementara itu, tendangan-tendangan dari algojo-algojo Salit: Brema (16), Deri (7), Arjuna (18) dan Yogi (5), hanya berhasil sekali menggetarkan gawang yang dijaga Johan Artanta itu.

Dengan kedudukan 3 – 1 untuk kesebelasan SSB Putra Berastagi itu, SSB Putra Berastagi berhasil meraih tiket ke pertandingan semi final, sementara itu SSB Salit harus kembali ke kampung halaman untuk banyak berlatih terutama mempertajam serangan. Setidaknya, mereka telah pernah memberi kenangan manis kepada para penonton pada turnamen ini.

2 COMMENTS

  1. Terima kasih pak MUG. Di daerah kita ini orang yang hobi main bola sudah bersekutu dengan orang yang hobi mengadakan turnamen namun belum bersekutu dengan orang yang hobi memanage sepak bola sehingga menguntungkan semua pihak. Orang-orang yang semula dianggap mampu memanage ketika ditunjuk malah pintarnya hanya menina-bobokkan persepakbolaan kita.

    Maka ironis sekali ketika tadi saya mendengar akan ada turnamen besar di Siantar, pencari pemain dari Siantar mengatakan: “kami hanya mampu membayar ongkos dan makanan sesuai menu kami, kami tidak mampu membayar uang saku! Kalau demikian, pemain-pemain berbakat mungkin akan berfikir ikut turnamen atau mompa sayur di ladang membantu orangtua.

  2. Perkembangan dan kemajuan satu daerah tak lepas dari perkembangan dan kemajuan dalam olah raganya. Sepak bola adalah salah satu olah raga/permainan praktis bagi seluruh rakyat karena modalnya juga tercapai bagi semua. Mendengar berita-berita pertandingan ini selalu menggembirakan bagi kita, apalagi bagi orang-orang desa/daerah bersangkutan ‘pemilik’ kesebelasan. Maju terus olah ragawan anak-anak Karo.

    Di Eropah tunjangan untuk perkembangan olah raga ada yang diambil dari hasil undian pertandiangan olah raga dalam semua bidang. Walaupun soal ini ada juga negatifnya tetapi positifnya bagi perkembangan oleh raga tak bisa diabaikan. Soal mencari ‘balans’ antara dua kekuatan bertentangan ini, itulah dia.

    MUG

Leave a Reply