BPD-Raya Cup: SSB Putra Berastagi dan SSB Remala Bertemu di Final

0
143

Betlehem KetarenBETLEHEM KETAREN. BERASTAGI. SSB Putra Berastagi mengalahkan SSB Putra Munte pada pertandingan semi final turnamen sepak bola remaja BPD-Raya Cup tadi sore [Jumat 8/3] di lapangan sepak bola Desa Raya (Kecamatan Berastagi). Kemenangan 4 – 2 SSB Putra Berastagi ini diraihnya melalui adu finalti. Pada pertandingan babak pertama, Putra Berastagi memimpin 1- 0, tapi babak ke dua, Putra Munte membalas hingga kedudukan 1 – 1 di akhir pertandingan. Karena setelah masa perpanjangan waktu 2 x 5 menit kedudukan tetap 1 – 1,  wasit memutuskan adu pinalti.

Toni, Septa, Daniel dan Ijal dari SSB Putra Berastagi, masing-masing pada gilirannya tanpa menyisakan lagi kesempatan bagi Predi dan Josua temannya sesama algojo, menghadiahkan gol-gol bagi kesebelasannya dengan tendangan-tendangan yang tak dapat diperkirakan Nikolas, sang penjaga gawang SSB Putra Munte. Sebaliknya dari SSB Putra Munte, hanya Sangap dan Jepri yang berhasil menggetarkan gawang  SSB Putra Berastagi. Sementara itu, Ganinta dan Yoses gagal menyucukkan bola ke gawang Johan yang mengawalnya dengan baik.

Penonton-penonton setia turnamen ini dan terlebih-lebih supporter SSB Putra Munte tampaknya senang dan menerima hasil pertandingan. Nyata bahwa kedua kesebelasan ini telah menunjukkan permainan terbaiknya dengan semangat fair-play dan sportifitas tinggi.

Setelah pertandingan berakhir, seorang ibu supporter SSB Munte tampak berlari ke lapangan menyemangati remaja-remaja Putra Munte dan sekaligus menyalami remaja-remaja Putra Berastagi sambil mengucapkan kata-kata selamat dan agar berjuang menjadi juara. Perbuatannya itu diikuti pemain-pemain SSB Putra Munte menyalami lawan mainnya untuk kedua kalinya dan dengan lebih akrab.

SSB Remala menang 1 – 0 dengan SSB Kacinambun

Setelah kurang lebih 5 menit dari waktu pluit pertama dihembuskan wasit Dedy, tanda mulai, pertandingan antara SSB Remala melawan SSB Kacinambun langsung berjalan alot dan panas.

Setiap sudut lapangan penonton tampaknya spontan menjadi supporter bagi kesebelasan SSB Kacinambun. Teriakan-teriakan dari penggalan lagu rap tak dikenal namun terkenal di lapangan ini “Kacinambun” selalu berbalas “galang manukna” membuat remaja-remaja Kacinambun bermain beringas. Namun, keberingasan mereka ternyata dapat diimbangi Domu, Gindo Dkk dari SSB Remala.

Sesungguhnya, lapangan dapat dikuasai dengan baik oleh SSB Kacinambun. Tapi, semangat memenangkan pertandingan ini nampaknya sedikit membuat pertahanannya lemah. Kesempatan itu dapat dipergunakan sebaik-baiknya oleh Domu, pemain SSB Remala yang bernomor punggung 15. Dia mencetak gol pertama dan tunggal pada pertandingan ke dua tadi sore. Moses, Wira, Doni dan Sendri sekuat tenaga kembali mengolah kerjasamanya. Sayangnya, waktu babak pertama terlanjur habis.

Begitu babak ke dua akan dimulai, Geri (kiper Remala) dan Ronal (kiper Kacinambun) saling senggol ketika memasuki lapangan hingga salaing jerleng. Untung saja wasit yang memimpin pertandingan, Dedy Limbong, melihat gelagat dan langsung melerai serta menyuruh mereka saling bersalaman. Anehnya, dari luar lapangan beberapa ibu diantara supporter SSB Remala juga berteriak-teriak menunjukkan ketidaksenangannya entah kepada wasit atau kepada penonton yang mendudung SSB Kacinambun.

Pada pertandingan babak ke dua perhatian penonton tertuju pada Domu dan Gindo yang berperawakan lebih besar dari rata-rata pemain lainnya. Teriakan-teriakan meledek tertuju ke arah mereka berdua. Pada awalnya tidak berbuah apa-apa, namun akhirnya kelihatannya mereka juga tidak dapat menahan emosi. Domu dan Gindo menjadi kasar dan keduanya mendapat kartu kuning.

Walau sudah menunjukkan permainan terbaiknya serta semangat tangguhnya, sampai waktu berakhir SSB Kacinambun tidak dapat membalas gol yang yang telah diciptakan lawan. Satu per satu pemain SSB menitikkan air mata dan kemudian tangisannya  menjadi lebih bersuara. Para penonton tampaknya sangat bersimpati kepada SSB Kacinambun. Mereka berusaha memberi semangat, namun beberapa orang mendekati supporter SSB Remala. Panitia langsung menarik penonton yang sudah terbawa emosi dan menjelaskan bahwa pertandingan sudah usai. Untung sekali, hingga berita ini diturunkan, tidak terjadi keributan apapun.

Dengan berakhirnya dua pertandingan semi final pada hari ini, hasilnya, Putra Berastagi dan Remala berhak untuk bertanding pertandingan final yang diadakan pada hari Minggu [10/3 Pkl. 15.00 Wib] mendatang.

Leave a Reply