Puisi: Pencuri negeri

0
302

Oleh: Maria Timmen Surbakti,

negeri pertiwi

tiada hari tanpa prahara

langit dan tanah berjarak udara

hati dan pikiran berjarak mulut

mulut mulut para penipu

mulutnya bicara

matanya terbelalak

suburnya negeri ini

telinganya mendengar

bisikan syaitan

maka inilah dinamakan

tepi zaman mendekati akhir

zaman mulut berkuasa

tangan-tangan besi memukul

mata jahat dimana-mana

mulut pencuri lebih dari pedang

pedang yang berbisa

bilahnya melukai

racunnya mematikan

tangan pencuri

lebih tangan panjang dari pencuri ayam

mata pencuri membidik

lebih licik dari mata-mata

mereka mencuri

bergegas lari

lari dari negeri

Jakarta 032013

Leave a Reply