Warga Delitua Protes Armada Tronton: Amri Tambunan Disoraki Warga

0
131

protes

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Ratusan warga Kelurahan Delitua Barat dan Delitua Timur (Kecamatan Delitua) didominasi oleh ibu-ibu melakukan aksi protes terhadap armada tronton pengangkut tanah timbun [Selasa 9/4]. Aksi protes warga bersamaan dengan kunjungan Bupati Deliserdang Amri Tambunan ke Kecamatan Namorambe, membuat Camat Delitua drs. Edi Yusuf serta unsur Muspika kalang kabut. Untung saja Camat Delitua langsung membuat inisiatif mengumpulkan warga di Aula Kantor Camat sehingga Jalan Delitua–Namorambe yang menjadi pelintasan Bupati Deliserdang ke Kecamatan Namorambe tidak sempat terganggu.

Informasi diperoleh Sora Sirulo di lapangan, ketika Bupati Amri Tambunan melintas dari Kecamatan Delitua, sejumlah ibu-ibu berusaha memberhentikannya. Aksi yang dilakukan warga tidak lain adalah untuk menyampaikan keluh kesahnya akibat Camat Delitua tidak pernah tegas menindak armada pengangkut tanah timbun. Sayangnya, begitu melihat warga berkerumun, kaca samping mobil yang membawa Bupati Deliserdang semula terbuka, langsung ditutup rapat. Mobil Fortuner plat merah BK 1 M,tersebut langsung tancap gas ke arah Desa Timbanglawan (Kecamatan Namorambe).

“Semula Amri Tambunan menganggap kalau masyarakat berada  di pinggir jalan untuk menyambutnya. Ketika dia tahu ada aksi demo, dia langsung menutup kaca samping dan langsung tancap gas,” ujar salah satu warga.

Senetara, dalam rapat yang digelar di Aula Kantor Camat Delitua, kepada unsur Muspika, warga menyampaikan keberatan karena dalam beberapa bulan terakhir, ratusan armada tiga sumbu (Tronton) mengangkut tanah timbun melintasi derah mereka sehingga mengundang keresahan warga. Di samping itu, warga juga menuding armada tronton membuat jalan rusak dan menimbulkan kemacetan di seputaran Paajak Delitua.

“Tanah timbun yang diangkut juga berceceran di jalan. Bila musim kemarau tiba, jalan menjadi penuh debu. Bila musim hujan datang, jalan menjadi becek dan berkubang. Mereka beroperasi siang malam membuat kami tidak bisa lelap tidur,” ujar mamak-mamak serempak.

Camat Delitua drs. Edi Yusuf kepada warga berjanji akan menindak armada tronton pengangkut tanah timbun. “Bila perlu kita dirikan lagi posko seperti di Kecamatan Patumbak,” kata camat.

Anehnya, begitu acara pertemuan selesai, puluhan armada Tronton dengan Kode morse CH,VS,BP dan BS  kembali datang beriringan melintas di Kantor Camat Delitua. Melihat hal itu, sejumlah mamak mamak langsung melakukan penghadangan dengan melakukan aksi tidur di jalan. Akibatnya, kemacetan dari arah Delitua dan Kecamatan Biru-biru hingga beberapa kilo meter, tidak dapat dihindarkan. Ironisnya, Camat Delitua Edi Yusuf serta Kapolsek Kompol B. Marpaung tidak tampak di lokasi untuk meradakan masalah. Tak dapat dielakkan, perseteruan antara warga dengan pengusaha hampir terjadi karena para utusan pengusaha tetap ngotot untuk melintas. Sementara, sejumlah mamak-mamak memilih tidur di jalan untuk melakukan penghadangan.

“Ngapain takut, semua udah kita kasih uang, kok. Jadi, apa lagi mau diributkan. Sama mamak-mamak aja kok kalian takut,” ujar salah satu pengusaha kepada sopir seraya mengatakan agar menjalankan mobil yang dikendarainya.

Pak Tarigan, salah satu warga kepada Sora Sirulo di lokasi mengatakan, masyarakat sudah pernah mengadu ke Camat,namun katanya tidak pernah ditanggapi serius. Warga Delitua Timur ini juga menuding sejumlah masyarakat sudah ada yang terjangkit penyakut-penyakit yang diakibatkan polusi debu yang beterbangan ke pemukiman warga.

Sementara, Kapolsek Delitua Kompol B. Marpaung ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan sambil berlalu: “Kita hanya melakukan pengamanan agar tidak terjadi perbuatan anarkis.”

Leave a Reply