Bayi Berkelamin Ganda Dirawat Intensif di RSU H. Adam Malik

0
177

bayiIMANUEL SITEPU. MEDAN. Sorang bayi memiliki alat kelamin Ganda buah hati dari pasangan Budiono (37) dan Islin (33) warga Dusun Hutabaru Desa Pulodogom (Kecamatan Kualu Hulu, Kabupaten Labura) terlahir dengan kelamin ganda saat. Saat ini masih, si bayi dirawat di RSUP H Adam Malik setelah sebelumnya dirawat di RSU Labuhanbatu Utara.

Bayi pasien  rujukan RSU Labuhanbatu ini,tiba di RSUP Adam Malik bersama kedua orangtuanya dan didampingi oleh Kepala Dinas Labura, Siti Roilan Siregar [Rabu 10/4 malam]. 

“Kami kemari bersama Dinkes Labura. Bupati Labura yang mengajak kami ke sini. Semua biaya ditanggung oleh pemerintah. Kami sampai di sini tadi malam jam 7 malam didampingi langsung sama ibu Dinkes,” katanya.

Dikatakan Budiono, awalnya ia mengetahui anaknya tersebut adalah laki-laki. Namun setelah 2 hari bidan yang membantu istrinya saat melahirkan menyarankan anaknya untuk dibawa ke rumah sakit karena alasan kekurangan cairan.

“Bidan menyarankan membawa anak kami ke rumah sakit. Alasannya ke istri karena kurang cairan. Tapi bidan bilang ke saya kalau kelaminnya ganda. Saya gak ngerti-ngerti. Jadi anak saya dibawa sedangkan istri saya masih berbaring lemah karena habis melahirkan di rumah. Karena istri saya masih lemah, dia belum diberitahu kalau anaknya memiliki kelamin ganda,” ujarnya.

Bayi yang lahir pada tanggal 1 April yang diberi nama Dafa Devira ini diketahui benar-benar berkelamin ganda setelah dirawat di rumah sakit Labura.

“Hari ketiganya baru tahu kalau memang benar jenis kelaminnya ada dua. Sayapun awalnya curiga karena pipisnya itu ngerembes ke bawah, melalui lubang vagina bukan dari penis,” ujarnya.

Saat ditanyai apakah ada kelainan yang dirasakan saat hamil, ia mengatakan tidak pernah merasakan kelainan. Anak keduanya ini,  juga dilahirkan secara normal dengan bantuan bidan desa.

“Tidak ada keganjilan pas hamil. Dava ini anak ke dua. Anak pertama saya namanya Tari,” ujarnya.

Dafa kemudian dibawa pulang ke rumahnya. 10 hari kemudian barulah dibawa ke RSUP H. Adam Malik dengan bantuan Dinkes Labura.

“Biaya semua yang menanggung pemerintah, kita ini awalnya dapat kabar dari bidan yang merawat. Setelah itu, langsung kita datangi rumahnya dan baru hari ini kita bawa ke RSUP H. Adam Malik untuk proses selanjutnya,” katanya.

“Kami sudah banyak menangani kasus penyakit, tapi baru ini ada kasus seperti ini. Harapan kita yah semoga ini cepat diatasi,” katanya.

Leave a Reply