Dorrr… Bandar Ganja Bahtera Sembiring Tewas Ditembak Polisi

0
253

Briptu Junaidi Ginting Ikut Terlibat

Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. SIBOLANGIT. Seorang residivis bandar narkotika jenis ganja bernama Bahtera Sembiring (48) warga Dusun III Sarangkulit Desa Ketangkuhen (Kecamatan Sibolangit) tewas ditembak petugas Sat Reskrim Polsek Polsek Pancurbatu setelah mendapat 2 timah panas saat diringkus [Jumat 24/5: sekira 03.20 Wib].

Informasi diperoleh Sora Sirulo menyebutkan, Bahtera Sembiring yang dikenal sebagai bandar narkoba ini bersama 4 rekannya Kamin Surbakti, Birong, Rian dan seorang personil Polsek Kutalimbaru Briptu Junaidi Ginting hendak melakukan transaksi ganja di rumah kontrakan Bahtera Sembiring di Jl. Jamin Ginting Dusun III Desa Bandarbaru, tepatnya di belakang Rumah Makan Andini. 

Petugas Sat Reskrim Polsek Pancurbatu dipimpin langsung Kanitnya AKP Parulian Samosir SH MHum langsung bergerak ke lokasi yang disebutkan. Setibanya di sana, petugas yang berjumlah 5 orang itu langsung melakukan pengepungan setelah mendapat info bahwa tersangka akan melakukan ternsaksi narkoba.

Namun, saat penggerebekan itu, Bahtera Sembiring dan Briptu Junaidi Ginting, 2 diantara 5 pria yang sedang duduk-duduk di depan teras rumah yang ditempati Rian (30), langsung kabur. Sementara Kamin Surbakti, Birong dan Rian berhasil diamankan oleh petugas.

Tak mau buruannya kabur, 2 anggota Sat Reskrim Polsek Pancurbatu, Bripka Tupa Sihombing dan Briptu Berry Ovaldi Pinem yang telah siaga di belakang rumah kontrakan tersebut berusaha meringkus Bahtera Sembiring dan Briptu Junaidi Ginting. Upaya mereka gagal karena Bahtera dan Junaidi langsung memberikan perlawanan. Bahkan, Briptu Berry Ovaldi Pinem yang hendak meringkus Briptu Junaidi Ginting sempat terjungkal setelah terjadi adu jotos.

Melihat ada perlawanan, Bripka Tupa Sihombing langsung melepaskan tembakan ke udara. Walau mendengar suara letusan senjata, Bahtera Sembiring dan Briptu Junaidi Ginting tidak mau menyerah. Keduanya melarikan diri di kegelapan malam. Takut buruannya lepas, Bripka Tupa Sihombing langsung mengejar Bahtera Sembiring. Begitu dekat, petugas Reskrim Polsek Pancurbatu ini pun langsung menyergapnya.

Begitu diringkus, Bahtera Sembiring melakukan perlawanan. Dia memukul kepala Bripka Tupa Sihombing dengan batu yang diraihnya saat terjadi pergumulan antara keduanya. Darah segar pun mengalir dari kepala Bripka Tumpa Sihombing. Merasa nyawanya terancam, seketika itu Bripka Tupa Sihombing melepaskan cengkramannya. Detik berikutnya, Bahtera pun mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan kembali menyerang Bripka Tupa Sihombing. Mendapat serangan mendadak dengan menggunakan pisau, Tupa berusaha menangkisnya. Akibatnya Tupa mengalami luka  tikam di bagian tangan. Saat posisinya terjepit dalam keadaan terlentang di tanah, Tupa menarik pelatuk pistol yang ada di pinggangnya dan langsung melepaskan tembakan ke arah Bahtera. Seketika itu juga, Tubuh Bahtera roboh bersimbah darah ditembus peluru panas.

Melihat itu, sejumlah petugas yang ikut dalam penggerebekan langsung memeriksa kondisi Bahtera. Sayang karena luka tembak di rahang sebelah kiri dan bersarang di telinga kanannya,  Bahtra tewas di tempat. Sementara, Briptu Junaidi Ginting berhasil meloloskan diri menyelinap di kegelapan malam.

Peristiwa penggerebekan bandar ganja pada dini hari ini pun membuat geger warga sekitar TKP. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,  bersama barang bukti, 5 kilo ganja kering siap edar, 2 set kartu joker, uang tunai Rp. 65 ribu, Kamin Surbakti, Birong, dan Rian diboyong ke Mapolsek Pancurbatu guna pemeriksaan lebih lanjut.

Bripka Tupa Sihombing yang mendapat luka serius di bagian kepala dan tangan diboyong ke RSU H. Adam Malik, Medan. Sementara, jenazah Bahtera Sembiring langsung diotopsi di RS Bhayangkara. Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu PB SH didampingi Kanit Reskrim AKP Parulian Samosir saat dikonfirmasi membenarkannya,

”Saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan terhadap ketiga pria yang kita amankan di TKP. Sementara anggota lainnya masih melakukan pengejaran terhadap personil kepolisian yang melarikan diri. Tersangka ditembak karena melukai anggota kita. Kita juga sudah mengantarkan jenazah tersangka kepada keluarganya dan memberikan peti jenazah serta santunan dukacita,” ujar Darwin.

Leave a Reply