Survei ‘Napak Tilas Penginjilan Pertama Kepada Masyarakat Karo’

0
200
2 diantara tim survei berfose sejenak
2 diantara tim survei berfose sejenak

bastanta permanaBASTANTA P. MELIALA. SIBOLANGIT. Panitia Peringatan HUT Gereja Injili Karo Indonesia (GIKI) ke 21 telah melakukan survei lokasi napak tilas [Sabtu 25/5] yang direncanakan oleh Persekutuan Tingkat Sinode (PTS) sebagai salah satu kegiatan memperingati HUT GIKI yang ke 21 tahun ini. Beberapa relawan GIKI Patumbak, Pokok Mangga, dan Bandar Baru turut dalam survei. Kegiatan napak tilas ini dimaksudkan sekalian mengenang ‘Penginjilan Pertama Kepada Masyarakat Karo’ dengan mengambil start Desa Buluhawar (Kecamatan Sibolangit), dimana missionaris pertama yang ke Taneh Karo, H.C. Kruyt, memulai kegiatan pengabaran injilnya kepada warga Karo (1889). Survei dimaksukan, selain menetapkan jalan mana yang akan ditempuh, juga untuk mengetahui di mana saja jalan-jalan yang berbahaya seperti licin atau berkubang.

Survei dimulai dari Simpang Pasar Baru. Rombongan langsung disambut oleh sebuah bangunan menyerupai gerbang yang bediri kokoh dan megah dengan gaya arsitektur Karo. Selanjutnya, perjalanan melewati Simpang Permandin menuju Kinangkung hingga tiba di Buluhawar. Perjalanan ini melalui jalan berbatu yang licin dan terjal. Namun begitu, rintangan ini terobati oleh suguhan air dan udara yang sejuk serta pemandangan yang indah. Tak kalah eloknya, sambutan wajah ceria dan senyuman bersahabat dari warga desa-desa yang dilewati sangat mengurangi rasa letih menempuh perjalanan.

Di Buluhawar, rombongan survei berhenti sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Martelu melalui Simpang Salabulan. Setelah berhenti sejenak untuk makan siang di Martelu, perjalanan berlanjut menuju Bukum.

Sebelumnya, napak tilas direncanakan dengan mengawali perjalanan dari Simpang Pasar Baru melalui Martelu dan Bukum (semuanya di Deli Hulu) untuk berakhir di Doulu (Dataran Tinggi Karo). Karena cuaca yang tak memungkinkan dan waktu yang sudah beranjak sore, survei hanya dilakukan hingga Bukum.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat saja terjadi di sepanjang jalur Napak Tilas ini nantinya (Buluh Awar – Bukum – Daulu), dijadwalkan akan dilakukan survei ulang seminggu sebelum hari pelaksanaan kegiatan.

Kesimpulan sementara hasil survei adalah, acara Napak Tilas akan mengambil start Buluhawar. Di sana, para peserta akan dipandu dengan kenderaan melewati Simpang Pasar Baru. Kesimpulan ini diambil setelah mempertimbangkan, jika mengambil start dari Simpang Pasar Baru melalui Buluhawar serta Bukum dan berakhir di Doulu, waktu tempuhny terlalu panjang. Pertimbangan lainnya adalah agar para peserta nantinya dapat merasakan perjalanan menuju Buluhawar melalui Simpang Pasar Baru dan Kinangkung.

Napak Tilas Penginjilan Pertama Kepada Masyrakat Karo ini akan dilaksanakan Selasa 25 Juni 2013 nanti. Adapun acara peringatan HUT Gereja Injili Karo Indonesia (GIKI) akan diselnggarakan dari tanggal 25-29 Juni 2013.

Leave a Reply