Putri Indramayu Turun ke Jalan Lebih Dini dari Putri Madura di Priok

3
179
Putri Indramayu menjajakan dagangannya di Pelabuhan Tanjungpriok
Putri Indramayu menjajakan dagangannya di Pelabuhan Tanjungpriok

mulia sembiring 2MULIA SEMBIRING. TANJUNGPRIOK. Foto ini tidak jauh suasananya dengan berita kemarin mengenai “Kopi Pangku di Tanjungpriok”. Hanya saja, perempuan ini adalah bagian dari kelompok yang disebut Putri Indramayu.

Putri Indramayu turun ke jalan lebih dini daripada pedagang asongan yang umumnya adalah Putri Madura. Selain bermodalkan penampilan, mereka membawa barang bawaan 1 kantong kresek besar, lebih kurang 5 kg beratnya, berisi barang campuran. Mungkin saja rokok, suplemen saset (extra zoss, dll), pop mie dengan jumlah seadanya. Plus, satu lagi yang harus mereka bawa, termos air panas yang tidak bisa mereka lupakan untuk keperluan kehangatan.

Putri Madura menguasai sekitar 70% pedagang asongan perempuan di Pelabuhan Tanjungpriok. Selebihnya, 30%, adalah perempuan-perempuan dari Indramayu.

Putri Madura terkenal karena mereka lebih nekat dan lebih berani menghadapi apa saja demi memperoleh rupiah dan mempertahankan profesinya. Selain itu, emansipasi sesama orang Madura sangat tinggi.

“Salah pegang bisa berabe,” kata orang-orang Betawi mengenai perempuan-perempuan Madura ini.

Lain hanya dengan Putri Madura, Putri Indramayu lebih santai dan lembut. Tuturkatanya juga lebih halus. Sedikitpun tak kasar. Tapi, épé labo lit upah melantar, banci kang kam “dungina” jé.

3 COMMENTS

    • Pak, Riza, pasang banner di website kita biayanya Rp. 5.000,- per hari bila bayarnya mingguan. Kalau bayarnya per bulan biayanya dibulatkan menjadi Rp. 100.000,- per bulan (hitungan 30 hari/ bulan). Kami telah mengontak Bapak ke nomor telepon yang bapak berikan, tapi sekali tidak diangkat dan kali ke dua tidak masuk. Nomor telepon kita adalah 0811 602 609

Leave a Reply