Polisi Ringkus Sindikat Penipu Penggandaan Uang Senilai Rp 1 Miliar

0
131
imanuel 51
Tim buser Polsek Talun Kenas saat melakukan penggerebekan di salah satu rumah warga di Pantai Labu.

IMANUEL SITEPU. STM HILIR. Suasana di sebuah rumah milik warga di Desa Kampung Baru (Kecamatan Pantai Labu) awalnya sepi-sepi saja, Namun, kehadiran sejumlah personil Polsek Talunkenas yang berpakaian preman melakukan penggrebekan di lokasi itu membuat warga setempatpun mendadak heboh. Penggrebekan terkait dengan kasus penggandaan uang.


“Kami hanya menjalankan tugas melakukan penangkapan atas kasus penipuan dan pengelapan yang dilakukan Nuriani Surbakti alias Saroja,alias Butet (52), wanita keturunan India asal Perumahan Bergam Binjai – Langkat. Dia menetap tinggal di Perumahan Anugrah Permai Dusun IV Desa Tadukenraga (Kecamatan STM Hilir). Korbannya megalami kerugian hingga ratusan juta,” sebut salah seorang petugas kepada Sora Sirulo di lokasi sambil memperlihatkan surat penangkapan [Jumat 7/6: sekira 19.30 WIB].

Menurut keterangan seorang korban, Sariman Tarigan (52), warga Marindal (Kecamatan Patumbak), modus yang dilakukan wanita ini saat mengelabui dirinya adalah dengan menyuruh Edi Suranta Barus, Ucong Barus, Meri Br Barus serta Iwan Barus akhir Desember 2012 lalu datang menemuinya. Kepada Sariman Tarigan teman tersangka mengaku jika dukun pengganda uang itu dapat menyembuhkan segala bentuk penyakit.

Menurut Sariman lagi, dalam penyembuhan penyakit yang dideritanya, sang dukun harus diberikan  mahar senilai Rp 1.100.000 bahkan dukun itu juga mengaku dapat menggandakan uang dan harta benda. Tertarik dengan ucapan mereka, Sariman pun mengaku langsung datang ke rumah warga tersangka di Desa Talun Kenas sambil menyerahkan uang mahar yang dimintanya.

Setelah korban bertemu dengan dukun palsu itu, dan memberikan berbagai ramuan, penyakit yang diderita korban saat itu terlihat membaik dari semulanya. Selanjutnya, wanita itu kembali mengatakan kalau dirinya dapat menggandakan uang dan harta benda sambil memperlihatkan bundelan yang dibungkus rapi.

“Dalam bundelan ini ada uang ratusan juta dan puluhan emas batangan. Guna menebusnya agar dapat uang dan harta itu digandakan, korban dilarang membukanya sebelum jangka waktu ditentukan karena, bila bungkusan ini dibuka, keselamatan di keluarga tidak dapat dijamin,” kata Sariman mengulangi ucapan dukun itu.

Sariman Tarigan kemudian  menyerahkan uang sebagian hasil penjualan tanahnya kepada sang dukun sebayak Rp 235.000.000 tanpa menyadari jika  dirinya sudah menjadi korban penipuan.

“Setelah beberapa waktu saya menyimpan benda itu dalam lemari, setelah jangka waktu yang ditentukan, saya buka, ternyata di dalam bungkusan itu adalah satu buah buku kitab Alquran dan terdapat puluhan emas palsu,” kata Sariman.

Berdasarkan data yang dimiliki, banyak yang menjadi korban penipuan dengan modus yang sama, kata Sariman Tarigan. Mereka antara lain adalah Jemalita Lingga sejak bulan Oktober 2012 menyerahkan uangnya senilai Rp 150.000.000, Wartawati br Sinulingga sebesar Rp 2.100.000 sebagai mahar emas, Guntur T sebesar Rp 1.000.000, Ngecek Ginting senilai Rp 70 juta, Ndumun br Tarigan senilai Rp 50 juta, Peraten br Barus senilai Rp 80 juta, Harta br Tarigan senilai Rp 60 juta.

Selain itu kata Sariman Tarigan korban selanjutnya seperti Sopiana Br Barus juga mengaku ada menyerahkan uang senilai Rp 70 juta gunanya mahar pengobatan. Ruslian Br Ginting  menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta guna mahar pengobatan dan pencucian barang, katanya, sambil menyerahkan pernyataan sejumlah korban.

Menyikapi tudingan itu, Nuriani Surbakti alias Saroja alias Butet membantah pihaknya ada menerima uang sebayak itu. Uang itu tidak pernah diserahkan langsung kepadanya. Dirinya mengaku kalau penyerahan uang saat mengobati hanya beberapa ratus ribu saja.

“Kalau memang perbuatan ini menyalahi seharusnya polisi bukan menghukum aku sendiri tapi seluruh orang yang berperan di dalamnya harus ikut dijebloskan ke dalam sel,“ katanya saat dikonfirmasi di balik jeruji Polsek Talun Kenas.

Menyikapi hal itu Kapolsek Talun Kenas AKP Amir Sinaga SH yang didampingi Kanit Reskrim Aiptu A. Gultom membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang wanita yang diduga sebagai pelaku penipuan dan pengelapan. Guna mengetahui siapa saja yang terlibat dalam sendikat ini, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan secara bertahap hingga diketahui siapa aktor di balik ini. Untuk sementara, pelaku masih dijerat dengan pasal 372 dan 378 dengan ancaman 10 tahun penjara.

Guna menghindari kasus seperti ini terulang kembali, Kapolsek Talun Kenas menghimbau agar seluruh masyarakat khusnya kecamatan STM Hilir jangan mudah mempercyai adanya iming-iming seperti ini bila perlu melakukan kordinasi dengan pihak hukum setempat, ujarnya.

Leave a Reply