Polsek Tiga Juhar Diminta Tindak Balap Liar STM Hulu

0
226

imanuel 62IMANUEL SITEPU. STM HULU. Aksi balapan liar yang dilakukan sekumpulan pemuda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Deliserdang di atas jembatan gantung yang baru selesai dikerjakan pemeintah di Desa Durin Tinggung (Kecamatan STM Hulu), nampaknya semakin marak dan terkesan dipelihara oleh kepolisian setempat. Menurut sejumlah warga saat ditemui Sora sirulo di Tiga Juhar, balapan liar yang digandrungi anak muda dapat disaksikan hampir setiap Sabtu sore dan Minggu pagi dengan taruhan jutaan rupiah.

Sementara Ricky (16) dan Bambang (16) peserta balapan liar yang datangnya dari kecamatan Galang dan Pantai Labu ditemui kru Koran ini [Minggu 16/6 di lokasi balapan mengatakan, mereka sengaja datang dari berbagai kecamatan guna melakukan aksi balapan di jembatan tersebut karena memenuhi  undangan dari pihak panitia. Menurut mereka, aksi balap-balapan ini, diakuinya telah berlangsung selama 3 bulan.

“Balapan ini merupkan suatu kebanggaan dan sangat mengasikkan. Apalagi ketika disaksikan pengunjung yang cukup ramai setiap sore hingga dini hari,’ ’ujarnya.

Tak jauh beda pengakuan Wenli Barus (19) salah seorang warga Desa Durin Tinggung (Kecamatan STM Hulu), balapan yang mereka lakukan hanya untuk mengisi waktu di saat sore hari. Mereka ngumpul di jembatan itu melakukan balapan sesama teman. Terkadang bayak juga pemuda yang datangnya dari berbagai Kecamatan.

“Lagi pula, yang melakukan balapan di sini para pemuda datangnya dari daerah lain. Suasananya juga mendukung. Pengendara yang lewat di jembatan ini juga sudah sama mengerti, bahwasanya setiap sore hari, para pemuda di sini melakukan balapan. Pengendara yang lalu lalang kebanyakan singgah untuk melihat balapan yang kami lakukan,” ujarnya sambil tersenyum bangga.

Seorang pedagang sate, Zulimar (53), menjelaskan, balapan ini sebenarnya mengganggu setiap pengguna jalan, karena jembatan ini merupakan jalan yang menghubungkan kawasan perdesaan.

“Selama ini, aksi balapan yang dilakukan para pemuda di atas jembatan tidak pernah ditertibkan aparat Kepolisian dan masyarakat setempat. Karena bayaknya pengunjung penjualan sate lumayan terjual,’’ terangnya

Menyikapi hal itu Kapolsek Tiga Juhar AKP J. Naibaho membantah kalau pihaknya melindungi balapan liar itu.

“Masalah ini sudah dimasyawarahkan dengan pihak Muspika maupun pemerintah desa dan sudah berulang kali dibubarkan jawabnya, melalui ponselnya.

Leave a Reply