Sanggup Br Barus: “Mataku Sebelah Buta, Lidah dan Bibir Membusuk”

0
162

Korban Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

imanuel 68
Korban Mengalami sekarat saat berada di RSU Sembiring Delitua.

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Sanggup Br Barus (52) janda beranak 3, warga Dusun IV Desa Namo Tualang (Kecamatan Biru-biru) yang menjadi korban penyiraman cuka meminta kepada Polsek Biru-biru agar segera menangkap pelaku yang diduga disuruh oleh J (32), tidak lain adalah menantunya sendiri

“Akibat ulah pelaku, mata saya sebelah kanan mengalami kebutaan. Bibir dan lidah saya menjadi busuk. Oleh karena itu, saya meminta kepada Polisi agar segera menangkap pelaku,” ujar korban Sanggup Br Barus didampingi anaknya Bersih Ginting kepada Sora Sirulo di kediamanya [Selasa 20/6].. 

Menurut Sanggup, akibat siraman cuka yang dilakukan tersangka hingga mengenai mulutnya,  dia menjadi susah makan.

“Makan pun saya jadi susah. Mata saya jadi kabur sebelah. Akibatnya, kepalaku sering sakit,” kata Sanggup Br Barus sambil berderai air mata.

Dijelaskanya, sebelum penyiraman cuka yang mengenai wajahnya, Sanggup br Barus dan anaknya Bersih Ginting sempat mendengar  lemparan batu ke atap seng rumahnya. Setelah itu, Sanggup mendengar  ada terdengar suara mobil berhenti persis di depan rumahnya. Tidak berapa lama kemudian, dia mendengar  suara pintu diketuk sebanyak tiga kali.

“Saat saya pertanyakan, yang ada diluar mengaku bernama J. Selanjutnya saya buka jendela kaca nako dan ternyata yang datang J. Begitu saya lihat, saya lalu mempertanyakan apa gerangan maksud kedatangannya ti tengah malam begitu. Katanya, dia mau mengambil barangnya yang masih tertinggal di dalam rumah. Setelah saya membuka pintu, J tidak langsung masuk. Ia malah bergeser. Setelah itu, datang seorang pria yang mengenakan topeng langsung menyiramkan cairan yang dari botol minuman air mineral yang telah mereka persiapkan. Setelah terkena cairan itu, saya tidak bisa melihat apa-apa dan langsung berteriak kesakitan. Setelah saya sadar, saya sudah berada di rumah sakit,” ujar ibu yang sudah janda ini.

Sementara menurut Bersih Ginting, istrinya J yang merupakan otak pelaku penyiraman terhadap ibunya meninggalkan rumah [Minggu 9/6]n. Hal itu dipicu karena J terbakar api cemburu dan kerab bertengkar. Pertengkaran itupun terjadi menurut Bersih Ginting akibat J tidak pernah mau mendengarkan omonganya selaku suami. Selain itu kata Bersih, Istrinya kerap menyiksa dirinya sendiri di rumah. Selanjutnya membuat laporan kepada keluarganya kalau dia mendapat siksaan dari Bersih Ginting.

“J pernah mengancam bunuh diri dengan sebilah pisau. Namun, kepada keluarganya, dia mengatakan dia kami keroyok.  Oleh karena itu, ia pernah membuat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya untuk melakukan penganiayaan terhadap dirinya sendiri disaksikan kepala dusun. Sebab J selalu menyakiti dirinya sendiri, bahkan ia pernah menyayat tangannya sendiri dan hal itu selalu dilakukan di depan saya atau ibu saya,” tutur Bersih.

Pertemuan Berasih  dengan J saat Bersih berada di Jakarta merantau. J dikenalnya sudah menjanda dan memiliki anak dua. Setelah beberapa bulan ia mengenal J, ia kembali ke kampung untuk menemani ibunya yang tinggal sebatang kara.

J mencarinya dan menemukan Bersih. Setelah itu, mereka menjalin hubungan. Namun, tak lama berselang, J pergi ke negeri jiran Malaysia. Setelah setahun berada di negeri jiran, J kembali menemui Bersih. Kali ini, kedatangan J disertai oleh keluarganya. Saat itu, keluarga J meminta agar Bersih menikahi J. Kalau Bersih tidak mau, Bersih harus memberi uang Rp. 100 juta. Menurut alibi Juli, ketika mereka berteman selama setahun di Jakarta, Juli telah ditiduri Bersih Ginting beberapa kali.

“Semula saya tidak mau menikahi Juli. Namun, karena ibu saya (Sanggup Br Barus) terus memaksa saya, akhirnya saya menyetujuinya. Kami menikah pada tanggal (25/4) kemarin, di kampung J di Desa Perbesi Kabupaten Karo. Semenjak kami menikah, kami tinggal di Namo Pinang (Kecamatan Biru-biru) bersama orangtua saya. Kedua anak J dari suaminya pertama dititipkan sama orangtuanya. Namun, meskipun kami sudah sah sebagai suami istri, kami tidak pernah tidur sekamar.” ujar Bersih lagi.

Oleh karena itu, saya sangat berharap agar Polsek Biru-biru serius menanganinya. Akibat perbuatan korban, ibunya menjadi cacat seumur hidup, harapnya.

Kapolsek Biru-biru AKP Mulyadi ketika dikonfirmasi Sora Sirulo [Rabu 19/6] mengatakan masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Saat ini, dua saksi sudah kita minta keterangan,” katanya.

Leave a Reply