Sekilas Pandang Gerakan Karo Bukan Batak

13
372
SANGAR SENI SIRULO BENTENG BUDAYA KARO (Foto: Alex Ginting)
SANGAR SENI SIRULO BENTENG BUDAYA KARO (Foto: Alex Ginting)

 

Oleh: Brandy Karo Sekali (Medan)

Bayangkan bila Anda adalah seorang warga negara Amerika Serikat dan pernah mendengar istilah Batak. Pada suatu ketika Anda secara iseng mencari informasi terkait Batak di Internet, khususnya mengenai tari-tariannya. Kemudian Anda mengetikkan kata “Batak Dance” di Google. Apa yang akan Anda temukan? Anda akan menemukan tari-tarian Toba atau Tortor.

Bila Anda adalah seseorang yang memang benar-benar awam (kebanyakan orang memang awam dan termasuk saya juga) maka tentu yang menjadi pikiran Anda bahwa tarian Batak itu adalah Tarian Toba yang Anda lihat itu dan langsung mengabaikan bahwa ternyata ada kelompok-kelompok etnis lain di sekitarnya yang bagi sebagian orang adalah juga Batak. Padahal kelompok-kelompok etnis lain itu punya tari-tarian lain.

Selama ini, saya perhatikan dari kita kalangan Karo yang mengatakan seperti ini: “Kita memang tetap bagian dari Batak. Di sinilah peranan kita menjelaskan kepada orang lain bahwasanya Batak itu bukanlah Toba, tetapi Batak terdiri dari beberapa puak dan salah satunya Karo.”

Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara kita sebagai orang Karo menjelaskan kepada masyarakat dunia mengenai ‘kekeliruan’ informasi yang beredar di atas, bahwa tarian Toba yang sebelumnya sudah mereka anggap sebagai tarian Batak dapat kembali sesuai dengan yang disarankan teman itu tadi?

Tentu itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, karena jaringan internet begitu luas dari segi pengguna dan jangkauannya. Luasnya penggunaan internet tentu akan menghambat kita untuk memfilter berbagai informasi ‘keliru’ tentang arti Batak yang sebenarnya.

jere 3Dengan kesulitan-kesulitan untuk meluruskan hal-hal yang salah di atas, tentu sebagai jalan alternatif yang mudah untuk ditempuh adalah dengan menggalakkan gerakan Karo Bukan Batak. Dengan gerakan ini, maka tentu eksistensi Karo akan tetap terjaga, dan tidak akan lekang dilindas oleh pengertian Batak dengan puak-puaknya yang sudah sangat menyesatkan masyarakat luas saat ini.

Tanpa gerakan Karo Bukan Batak, yakinlah persepsi masyarakat terhadap Suku Batak yang identik dengan Toba bekalangan ini akan membuat Karo semakin tenggelam dan mungkin saja akan lenyap suatu waktu.

Lihatlah gerakan Batak yang telah berhasil membuat orang Pakpak Dairi harus ‘mundur’ dari tanah sendiri, dan kini harus membentuk wilayah Kabupaten Baru (Pakpak Bharat). Apakah Karo juga menginginkan nasib yang sama dengan saudara kita di Dairi itu?

Redaksi mempersembahkan sebuah clip lagu Karo yang ditampilkan oleh Sanggar Seni Sirulo dengan arransemen dan skenario penampilan oleh Juara R. Ginting.

13 COMMENTS

  1. Dear All,

    saya orang BATAK TOBA, menurut saya kami orang Toba tidak pernah membatakkan kalian semua…tolong diklarifikasikan pak..saya sekeluarga di jambi, pekanbaru, palembang, bengkulu, lampung kebetulan keluarga saya ada didaerah itu semua… saya tidak pernah lihat orang BATAK TOBA bilang ke masyarakat kalo marga ginting dll itu BATAK, dan setahu saya kalian orang KARO lah yang tidak tampil di daerah2 itu…contoh acara kedaerahan di JAMBI kalian tidak ada yang mau tampil saya tidak tauh alasan kalian, padahal jelas2 di daerah tersebut acara sumatera utara, yangg mau tampil hanya kami TOBA jadi salahkah kami kalo membawakan budaya kami…. kalo kalian merasa budaya kalian tidak tampil TOLONG KALO ADA ACARA BUDAYA SUMATERA UTARA DIDAERAH2 KALIAN INFOKAN AMA SEMUA MARGA KALIAN HARUS TAMPIL AGAR TIDAK ADA KATA-KATA KALIAN KAMI MEMBATAKKAN KALIAN….GBU.

    • Buktinya. Sewaktu jokowi datang ke tanah karo kenapa pula org batak mengatakan horas dan yg memakaikan beka buluh ke pak jokowi. Sby datang ke tanah karo kenapa pula byk anak kecil berseru horas, anak siapa itu? Seharusnya mejuah-juah, medan itu seharusnya mejuah-juah. Bukan kami yg ga mau ambil tapi kalian suka angkat telor tak mau kalah spy batak dikenal. Kalian menganggap kami rival berat kalian, makanya semua even kalian ambil spy batak dikenal. Batak dimana2pun didahulukannya dirinya, ga peduli tempat. Siapapun mau spt itu, tapi kalian ga tau malu dibilang serakah.

  2. btul …. saya sangat memang setuju bawa karo itu bukan batak,,, karena semua dari bahasa , pakaian tidak sama.. saya termasuk bukan orang karo tapi saya dari kecil sudah tinggal di kabanjahe dan saya orang jawa,,,,

    dan saya lihat bawa karo ini di memang sudah mulai di jajah oleh batak… baik dari lagu karo di ubah menjadi batak, baik dari tempat tinggal di tanah karo…. sudah mulai banyak orang batak…. dan karo mulai sudah di kecil kan oleh orang batak….

    dan satu lagi untuk orang karo. waktu kemarin pak sby datang ke tanah karo… di ucap kan kata pertama lo tau apa horas.. kenapa bukan mejuah juah… sewatu itu saya heran mendengar nya,,,,,,, dari sini kita bisa kita lihat bawa karo ini sudah di kecil kan oleh batak

    lo cam kan itu bagi orang karo semua . jangan sempat budaya kam juga di ubah menjadi batak,,,,,

    saya cinta tanah karo .. lagu karo ,,, budaya karo ,,, tarian karo. musik karo dan semua tentang karo saya cinta ,,,, jangan sempat itu hilang semua ,,,,,, saya hanya me informasikan saja….
    salam bagi orang karo
    mejuah- juah

    • Beni jawa, komentar anda menunjukkan suku anda yang akan menjawakan indonesia, memecah belah suku-suku asli sumut, supaya orang jawa makin berkuasa di sumut, hei orang2 asli sumut sadarlah saudara2 diadu domba

      • Itu memang kenyataan. Yg berbuatlah yg seharusnya sadar, jangan berbuat tp begitu ditanya jawaban mengelak yg muncul. Batak itu toba. Toba ingin sumut dalam satu adat yaitu batak/toba. Kebiasaan batak dalam pergaulan, membatakkan org dgn panggilan lae, inang, amang boru. Kebiasaan batak membatakkan org setelah menikah membatakkan pasanggannya spy identitas dan adat yg asli batak tidak punah, biasanya yg bergerak itu keluarga perempuan batak, jika laki2 yg bergerak keluarga hula2 laki2. Mengapa hula2, krn yg paling dihargai, jadi2 mau ga mau harus ikut. Kebiasaan batak yg lainnya membuat kesamaan marga dgn bukan marga batak, alasan sering muncul dulu org toba merantau ke tanah A dan menikah. Jadi yg dinikahi jadi batak juga.

  3. setelah membaca komentar saudara Roby, sepertinya menurut kacamatanya semua orang yang mengumandangkan KBB adalah perusak…

    Dipikirkan lagi y mas Roby…

  4. Kalau Roby yang Simalungun mau dan bangga disebut Batak, tak ada kok yang keberatan. Tapi Karo punya jalannya sendiri. Dan jalan Karo bukan jalan asal2an atau asal jalan, tapi sudah dikaji dari berbagai segi dan dengan hati yang teguh.

  5. saya bukan orang karo tapi saya orang simalungun yang juga salah satu puak dari suku batak tapi saya juga sngt suka kepda 6 puak batak yaitu toba,karo, pak pak, dan juga simalungun suku saya maupun mandailing n angkola. Melihat secara detail dr blog ini akan menjadi perusak bagi kita sendiri khususnya suku batak. walaupun cuma toba yg di kenal masyarakat luar, tapi yakinlah masih bnyk hal yg dpt membuat puak lainnya seperti karo, simalungun,pak pak,mandailing n angkola bisa utk di kenal oleh masyarakat luar.Tapi bukan dgn cara ini. Kita smua orang batak,satu batak satu hati..jgn sampai krn adanya salah paham di antara kita bisa membuat kericuhan di tengah suku kita ini.. Toba itu suku batak,Simalungun itu pun batak,Pak pak itu juga batak,dan mandailing n angkola pun dikatakan batak dan satu lagi Karo pun masih batak…Horas..Horas ma haganupan…Mejuah juah n Njuah juah…

    • Secara garis besar batak itu ya kamu itu,toba itu ya kamu. Jarang simalungun mengaku batak. Karna sifat2 membatakkan org ada pada dirimu. Batakkan suka membatakkan ya spt kamu itulah batak. Dah jelas2 semua comen org2 karo, karo bukan batak. Kok kamu pula yang mengatur.

  6. betul tu kita ni bukan orng batak.,,. saya setuju .,.,.,

    saya kemarin ada pertemuan di medan di mana di sana di adakan tarian adat batak.,., dan saya kecewa nya kenapa tidak ada tarian orang karo saya lihat, sedangkan karo bagian dari batak ya kan,., jadi kalau kita pikir pikir kita ini bukan orng batak tooo,.., uga kap ndu me pas kap ndu.,.,.,., baik juga dalam bahasa batak.,.,., yang selalu menggunakan horas kenapa engk mejuah juah,.,,. jadi kalau aku lihat orang karo ni tidak ada sangkut paut nya sama orng batak..,.,,.jadi mulai dari sekarng.,kita ini BUKAN BATAK TAPI KARO,..,.,

  7. Saya sangat sependapat dengan BKS, lanjutkan terus sampai semua orang Karo mengerti bahwa ia adalah orang Karo bukan orang Batak.

  8. “Dengan gerakan ini (KBB), maka tentu eksistensi Karo akan tetap terjaga, dan tidak akan lekang dilindas oleh pengertian Batak dengan puak-puaknya yang sudah sangat menyesatkan masyarakat luas saat ini.”
    Ini kesimpulan jitu dari BKS ditarik dari hasil jerih payah kita berdiskusi selama 10 tahun ini.

    Orang Batak (Toba) sudah dikenal dunia sebagai Batak, tak mungkin kita mengubahnya dan tak perlu juga kita mengubah orang lain supaya begini atau begitu sesuai dengan kehendak kita. Suku-suku tetangga mau punah karena membiarkan dirinya dibatakkkan. Mereka tak pernah muncul ke permukaan, karena yang muncul bataknya.

    Pakpak Dairi harus ‘mundur’ ke Pakpak Barat. Hampir terjadi juga dengan Berastagi, dimekarkan supaya diserahkan ke pendatang dan Karo brangsur akan ‘mundur’ dari situ. Simalungun pernah dicoba juga bikin satu kabupaten baru untuk orang-orang simalungun asli, dan selebihnya diserahkan ke pendatang. Lain halnya kalau kita mau bikin propinsi mekarkan dulu 5-6 kabupaten, karena dibikin syarat begitu oleh pusat. Simalungun atau Pakpak dimekarkan bukan dengan tujuan bikin propinsi, tapi taktik ‘mengusir dan menguasai’ dari pihak pendatang. Berastagi harus awas!

    Pembatakan adalah taktik internal colonialism bertujuan menguasai daerah-daerah yang dibatakkan dan berangsur suku-sukunya hilang karena yang dikenal hanya bataknya. ‘Ethnicizing Batak’ (atau ‘pembatakan’ – MUG) adalah istilah dipakai oleh prof Andaya Univ Hawai) dalam menganalisa taktik dan strategi orang Toba meluaskan daerah pengaruh kekuasaan politik dan ekonominya.

    Bujur
    MUG

Leave a Reply