Dibuat Seolah Sama, Tapi Jelas Tak Sama (Surat Karo Bukan Surat Batak)

3
171

M.U. GintingOleh: M.U. Ginting (Swedia)

Setuju sepenuhnya terhadap pendapat DSS: “… Persamaan istilah saja tidak cukup untuk mengabadikan embel-embel Batak di depan suku Karo …”

muginting 2

Pelabelan politis ini sudah ratusan tahun dari luar dan dari dalam, dari orang Batak. Sudah sejak era kemerdekaan dan sangat mendalam pengaruhnya di masa Orba. Karo ‘terpaksa’ diam saja ketika itu. Karo ditindas Orba karena nasionalisme Soekarnonya dan terpaksa bikin taktik “mundur selangkah”. Sedangkan Batak semakin menjadi-jadi menunjukkan euforia kemenangan. Sampai-sampai Tahura mau diubah jadi nama ‘raja singa’. Bukan main! Kemarahan orang Karo termasuk Selamat Ginting (Soekarnois) sangat meluap atas penghinaan terang-terangan ini.

muginting 3Taktik ‘mundur selangkah’ Karo sangat strategis dan sekarang mulai maju dua langkah besar. Semua kegelapan dan ketidaksehatan masa lalu harus dicerahkan. KBB berada di depan dalam hal ini.

Seperti DSS ingatkan soal perbedaan dalam Surat Karo, terutama huruf-huruf nda, mba,  dan ca. (Lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Batak). Indung Surat dalam “5 Batak” sama persis, dengan kelebihan Karo huruf-huruf di atas. Tak mungkin 5 suku menciptakan alfabet itu sekali gus bersamaan waktu. Harus ada yang menciptakan dan yang lainnya menjiplak saja.

Dalam suntingan itu disebut Bahasa: Batak. Ngawur saja! Tak mungkin ada bahasa Batak dalam Surat Karo! Tak mungkin ada bahasa Karo dalam ‘Surat Batak’. Orang Batak tak mungkin mengucapkan ca, nda dan mba, karena mulutnya lain. Seperti halnya dengan Bilang-bilang Karo disunglap jadi bilang-bilang Batak, ngawur atau . . . Padahal bentuk sastra tulisan yang disebut bilang-bilang hanya ada di Karo.

Persoalan yang masih kabur dalam soal ini akan kita pelajari terus sehingga tak ada lagi orang tertipu dengan pengaburan ‘Batak’.

Perubahan dunia terlihat. Untuk mengetahui ‘Karo’ sebagai etnis tak mungkin lagi pakai ‘referensi Batak’ seperti selama ini. Karena pengetahuan pertama sudah ada: Karo Bukan Batak. Inilah referensi UTAMA.

3 COMMENTS

  1. Karo Bukan Batak, dan sudah jelas…..
    dan seharusnya pun orang batak tidak usah ikut campur dengan urusan ini, kalaupun jadi nanti karo bukan batak kita tetap bersahabat ini cuma masalah jati diri, karo adalah karo tidak ada embel Batak

  2. Wafat dan diangkatnya DI Panjaitan sbg salah satu dari 7 pahlawan revolusi (demikian pula gugurnya Ade Irma Nst dan serangan thdp AH Nasution) menimbulkan citra pada era Suharto bhw Batak bermusuhan dengan PKI, dan oleh karenanya sejalan dengan era Orde Baru di bawah Suharto yg anti komunis. Ini momentum yg dimanfaatkan betul oleh tokoh2 Batak terutama kalangan militer ketika itu. Di pihak lain hal itu kemunduran (setidaknya stagnasi) bagi Karo krn seluruh tokoh politik dan militernya dianggap pro Sukarno (marhaenis) bahkan banyak yang dicap komunis. Ini citra buruk Karo di mata Suharto dan Orde Baru ketika itu shg seakan-akan Karo dan Orde Baru itu bermusuhan, padahal salah satu pendiri Golkar adalah putra Karo Djamin Gintings.

Leave a Reply