Tidak Digolongkan KDRT, Suami Aniaya Istri Diganjar 1 Tahun

0
258
Riadis Barus yang sempat menangis ketika dirinya dihukum 1 tahun dalam perkara menganiaya istri.
Riadis Barus yang sempat menangis ketika dirinya dihukum 1 tahun dalam perkara menganiaya istri.

IMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Tidak digolongkan sebagai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), suami yang menganiaya istrinya diganjar hukuman penjara selama 1 tahun di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam yang bersidang di Pancurbatu [Selasa 9/7]. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ella Lubis SH sebelumnya menuntut Riadis Barus (30) warga Desa Bandarbaru (Kecamatan Sibolangit) dengan hukuman 1 tahun 6 bulan.

Atas putusan majelis hakim diketuai Syafril P. Batubara,SH MH, Riadis Barus sempat menitikkan air mata. Katanya, dia tidak bersalah, tidak ada memukul istrinya.

“Semua ini direkayasa karena istri saya sudah lama minta cerai,” ujar Riadis sesunggukan hingga membuat ibunya yang duduk di bangku panjang barisan belakang ruang sidang ikut pula menangis.

Di persidangan, terungkap kalau perkara suami aniaya istri ini tidak digolongkan KDRT. Baik JPU maupun majelis hakim punya alasan bahwa perkawinan Riadis Barus dan Nova br Tarigan yang sudah mempunyai 2 orang anak hanya melalui pemberkatan di gereja dan adat Karo tapi tidak terdaftar di Kantor Catatan Sipil. Hal ini pula maka perkara tersebut digolongkan dengan penganiayaan biasa sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di rumah pasangan suami istri ini di Desa Bandarbaru [23/1]. Saat itu, antara Riadis dan Nova terjadi pertengkaran. Riadis menyeret, memukul dan menendang Nova hingga mengakibatkan istrinya itu mengalami luka-luka memar dan bengkak.

Di persidangan, Nova menyatakan suaminya Riadis sering memukulnya asal ada pertengkaran. Nova menyatakan, dia tidak ada lagi kecocokan dengan Riadis. Harapannya, kiranya kedua anaknya ikut bersamanya dan dia yang mengasuh. Sementara Riadis menyatakan bahwa dia tidak ada melakukan penganiayaan terhadap istrinya Nova.

“Saya tidak ada menganiayanya, Pak Hakim. Semua itu rekayasa, karena dia sudah lama minta cerai, tapi tak kukasih karena anak-anak masih kecil. Dia merekayasa seolah saya memukulinya, padahal tidak benar yang dikatakannya,” ujar Riadis Barus sambil menitikkan air mata.

Leave a Reply