Tak Mampu Bayar SHT, Dirut PTPN 2 Diminta Mundur

0
203

Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. LUBUKPAKAM. Dugaan penggelapan Uang Santunan Hari Tua (SHT) pensiunan PTPN2 terus mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Direktur Utama PTPN2, Bathara Moeda Nasution diminta bertanggungjawab atas hak SHT yang tidak diberikan kepada pensiunan PTPN 2 yang diperkirakan mencapai ribuan orang. Bahkan, berdasarkan data yang diperoleh dari sejumlah kebun, hingga mantan karyawan mencapai ajalnya belum ada menerima dana tersebut.

Informasi yang diperoleh Sora Sirulo, ribuan pensiunan yang belum menerima SHT. dan ada juga yang hanya menerima setengah dari jumlah SHT yang harusnya diberikan. Apa lagi dalam bulan suci Ramadhan ini, semua orang sagat membutuhkan dana; baik untuk merayakan Idhul Fitri nantinya maupun membayar segala kebutuhan anak masuk sekolah.

Menyikapi hal itu, Wagino SH Ketua Umum DPP Lembaga Pengawasan Tindak Korupsi dan Peduli Lingkungan LKPi mengatakan, SHT yang tidak diberikan merupakan pelanggaran. Bila hal itu memang benar, PTPN2 bisa dikenai hukuman pidana.

“Hak SHT harus diberikan kepada pensiunan PTPN 2. Jika tidak diberikan, berarti PTPN2 melanggar peraturan yang mereka buat sendiri sesuai surat kesepakatan bersama (SKB),” katanya.

Wagino juga menandaskan, jika benar Dirut PTPN2 Bathara Moeda tidak mampu mengurus persoalan yang ada di PTPN2, dirinya menantang Bathara Moeda untuk mengundurkan diri serta meletakkan jabatannya.

“Kalau tidak mampu lebih baik mundur saja dari jabatan Dirut PTPN2. Untuk apa menjabat tapi hak pegawai tidak bisa diberikan,” ucap Wagino.

Wagino mengimbau para pensiunan agar membuat laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Yang harus bertanggungjawab di pengadilan, ya, Dirut PTPN 2. Pensiunan baiknya melaporkannya ke KPK agar dirutnya diperiksa,” katanya.

Sayangnya, untuk menyikapi hal tersebut, guna memperimbang pemberitaan, sejumlah pejabat PTPN2 tingkat direksi tidak bersedia mengangkat Ponselnya ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat. Mereka antara lain adalah drs. Naif Ali Dahbul sebagai Direktur Keuangan, Wisnu Budi Prasodjo Direktur Produksi, Komaruzzaman, Direktur SDM dan Ir Hakim Bako sebagai Direktur Pemasaran dan  Renbang. Hingga berita ini masuk ke redaksi, para direksi ini tetap tidak membalas pesan singkat wartawan.

Leave a Reply