Dorrrrrr… Kepala Bocah 12 Tahun Jebol.

0
146

Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. MEDAN. Sungguh malang nasib Andre Marpaung (12). Bocah malang ini ditembak dengan menggunakan pistol oleh rekan seperminannya sendiri [Kamis 25/7: siang]. Akibatnya, kepala bocah ini jebol ditembus peluru yang muntah dari moncong laras pendek. Pistol ini diduga milik seorang polisi.

Informasi yang dihimpun Sora Sirulo di RSUP H. Adam Malik Medan menyebutkan, siang itu, anak ke dua dari pasangan B. Marpaung ini bermain-main dengan rekannya di Desa Batangkuis. Tak diketahui pasti apa penyebabnya, tiba-tiba kawannya itu berlari ke rumahnya. Tak lama kemudian, dia kembali dengan menenteng senjata api yang diketahui milik ayahnya. Selanjutnya, pistol itu pun diarahkan ke korban.

Tarikan pertama tak meletus. Begitu ditekan sekali lagi sebutir timah panas meluncur tepat mengenai kening korban. Seketika itu juga korban roboh bersimbah darah. Karena dekatnya jarak tembak, kepala Andre pun jebol ditembus peluru.

Suasana yang awalnya tenang di sekitar lokasi kejadian mendadak heboh. Begitu warga sekitar mendengar suara letusan senjata api, warga pun langsung mendekati sumber suara dan mendapati korban telah tergeletak dengan kepala berlumuran darah. Seketika itu anak ke dua dari dua bersaudara ini dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan. Namun, karena lukanya cukup parah, korban pun akhirnya dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan.

S. Marpaung saat ditemui di ruang ICU RSUP H. Adam Malik Medan mengatakan:

”Saat ini, kondisinya kritis karena bekas tembakan itu menjebol kepalanya. Bahkan saat ini dia belum sadarkan diri. Kita masih melihat hasil ronsentnya. di situ terlihat batok kepalanya muka belakang jebol. Saat ini, kita masih merembukkan masalah ini apakah kita buat pengaduan atau belum. Masih belum dibicarakan karena saat ini kita hanya fokus dulu pada korban,” ujar Marpaung yang mengaku sebagai saudaranya ini.

Tim Medis ICU RSU Pusat H. Adam Malik Medan saat dikonfirmasi mengaku telah dua kali melakukan operasi di kepala korban.

”Sudah dua kali dioperasi. Memang peluangnya untuk hidup masih tipis karena luka tembaknya itu banyak merusak jaringan otaknya. Namun, sejauh mana sudah perkembangannya abang tanya dulu Humas, ya. Dia dan dokter yang menangani yang berhak memberikan keterangan,”ujar wanita berambut sebahu ini sambil berlalu.

Humas RSUP H. Adam Malik Medan Sairi M. Saragih saat hendak dikonfirmasi enggan menjawab, bahkan pesan singkat yang dilayangkan juga tak dibalas.

Leave a Reply