Tak Dikasih Uang Deren, Oknum TNI Ngamuk di Lokasi Dadu Putar

1
166

Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. PATUMBAK. Oknum anggota TNI yang bertugas di Yon Armed 105 Kilap Sumagan (Delitua) bernisial K mengamuk serta membanting kursi plastik dan ingin merusak meja billiard milik Sahrin yang menjadi tempat judi dadu putar di Gang Karya Desa Patumbak I (Kecamatan Patumbak) [Minggu 29/7: dini hari sekira 02.30 WIB].

Informasi diperoleh Sora Sirulo menyebutkan, kehadiran K di arena perjudian yang diduga mendapatkan perlindungan dari Polsek setempat ingin mengambil jatah seperti biasanya. Namun, saat kedatangnya uang potongan dari sejumlah pemasang saat itu diisukan sudah habis dipergunakan oleh panitia untuk membeli ‘serbuk putih’. Akibatnya, uang yang telah dikumpulkan tidak dapat diberikan kepada petugas yang datang ke lokasi itu.

Sayangnya, saat giliran K ingin meminta derenan (jatah) kepada panitia judi dadu itu, bandar judi tiba-tiba berhenti karena modalnya sudah habis. Melihat bandar maupun pemasang bubar, tanpa diketahui apa penyebapnya K langsung marah-marah dan mengamuk.

“Kalian tidak punya perasan. Dari tadi aku sudah datang ke lokasi ini tapi kalian panitia yang memotong uang pasangan itu tanpa memberikan kepada saya,” hardik K sambil membantingkan kursi plastik.

Mendengar adanya kericuhan di arena perjudian itu, para pemasang maupun bandar langsung lari dan meninggalkan pria yang berbaju loreng itu.

“Warga sekitar lokasi mendengar adanya keriibutan terlihat gagal menjalankan sholat juhurnya saat ingin membuka puasa,” ucap sejumlah warga saat ditemui wartawan koran ini di lokasi.

Ironisnya, ucap sumber lagi, diduga malu tidak dapat jatah derenan, K dibantu empat orang rekannya kerjanya langsung mencari keberadaan panitia.

“Sebenarnya, atas keberadan lokasi judi putar yang diperkirakan beromset puluhan juta per harinya, sudah merasahkan masyarakat setempat. Walaupun keresahan itu berulangkali disampaikan kepada penegak hukum, tentang lokasi judi putar yang diperkirakan sudah berjalan  berbulan-bulan, tetap tidak ada tindakan berarti,” kata warga tadi.

Untuk menggantisifasi terjatinya keributan di lokasi perjudian itu, warga berharap agar Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Syarief Gunawan melakukan pengerebekan ke areal judi.

“Soalnya, sejak lokasi itu dijadikan arena judi, kami serih resah. Apalagi belakangan ini banyak hewan peliharaan kami berhilangan. Kkalau penegak hukum tidak dapat menghentikan kegiatan perjudian itu, dalam waktu dekat ini sudah pasti warga berserta Remaja Misjid yang menutupnya,” tutur sumber.

1 COMMENT

  1. kasihan TNI nya ga dapat jatah, panitia juga kalo dah tahu dia dari tadi disitu kenapa ga dikasih teh manis atau gorengan gitu, ini di cuekin makanya dia banting tuh kursi wkkwkw….

Leave a Reply