Mbiring Manggis Goes International

5
342

diego

diego 1DIEGO P. GINTING. BANDUNG. Vocal Group Permata GBKP Bandung Pusat (D-Lo Voices) mengikuti sebuah festival koor bertaraf internasional, 2nd Bali Internasional Choir Festival (BICF), yang berlangsung dari 22 hingga 25 Juli 2013 di Art Centre Denpasar, Bali. Permata GBKP Bandung berhasil menggondol medali perak.

Juri dalam festival ini didatangkan dari berbagai negara yakni Emily Howe (USA), Wang Jin (China), Toh Ban Sheng (Singapura), Jordi B. Paradis (Spanyol), Andreas Sugeng Budiraharjo (Indonesia) dan I Komang Darmayuda (Indonesia). Ada 130 tim yang berkompetisi dalam berbagai kategori. D-Lo Voices sendiri masuk dalam kategori Folklore yang diikuti oleh 23 peserta.

Dalam festival ini, D-Lo Voices membawakan 2 lagu yaitu “Lalap Sikataken Bujur ” cipta Pdt. Hermanto Tarigan  dan “Mbiring Manggis” cipta Tumtam Tarigan yang telah diaransir ulang oleh Andreas Manik seorang jemaat GBKP Bandung Pusat yang telah lama berkecimpung dalam dunia musik.

D-Lo Voices membawakan kedua lagu tersebut dengan gaya baru namun tetap menjunjung tinggi budaya asli suku Karo. Mereka juga mengkolaborasikan alat musik tradisional seperti kulcapi dan keteng-keteng dengan musik modern.

Menurut penuturan salah seorang personilnya, D-Lo Voice baru pertama kali mengikuti festival bertaraf internasional. Tak disangka-sangka, mereka ternyata mampu membawa pulang medali perak dalam kategori Folklore dengan total nilai 75,5.

Para personil D-Lo Voice mengatakan, ini merupakan sebuah pencapaian yang mengejutkan. Soalnya, mereka sama sekali tidak memasang target apapun. Namun, sungguh di luar dugaan, mereka bisa meraih sebuah prestasi yang membanggakan di ajang internasional.

Kebanggaan jelas terpancar dari wajah-wajah mereka ketika tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Mereka pulang bak seorang pahlawan kembali dari medan perang.

5 COMMENTS

  1. keberanian melakukan improvisasi yang kreatif akan selalu mendapatkan nilai lebih, terutama terlihat pada lagu LSB.

Leave a Reply