2 Bocah Tewas di “Pemandian Ternak Kuda” Milik Pordasu

0
260
imanuel 125
2 bocah yang tenggelam

IMANUEL SITEPU. PANCURBATU, 2 bocah yang masih berhubungan keluarga dekat, Nurul Sabrina (10) dan Aisyah Septianti (8), tewas tenggelam di kolam tempat pemandian kuda Dusun IV Pertanen, Desa Tuntungan II (Kecamatan Pancurbatu) [Minggu 4/8: sekira 10.00 WIB]. Informasi yang diperoleh kru koran ini menyebutkan, pagi itu, kedua korban dan beberapa temannya bermain di kolam tempat pemandian kuda itu. Sebelum berangkat ke lokasi kejadian, Nurul terlebih dulu mendatangi rumah kakaknya di dusun IV. Nurul selama ini tinggal di Dusun II bersama ayah dan kakeknya. Ibunya pergi mencari nafkah di Malaysia guna mendapatkan ringgit.


Rupanya, kedatangan Nurul merupakan kedatangan terakhir ke rumah kakaknya itu. Entah siapa yang mengajak, Nurul dan ponakannya Aisah serta Lita Amelia (7) dan Selvi Ardiningsih (8), teman sepermainan kedua korban, pergi bersama-sama ke kolam buatan yang rencananya akan digunakan sebagai kolam pemandian kuda.

Saat keempatnya mandi-mandi, tiba-tiba kedua korban tak kelihatan. Lita dan Selvi jadi bingung. Dalam keadaan ketakutan mereka melaporkan kejadian tersebut ke warga sekitar lokasi. Warga yang mendapat laporan langsung menuju lokasi dan melakukan pencariaan terhadap Nurul serta Aisah.

Setengah jam melakukan pencarian hingga ke dasar kolam, wargapun berhasil menemukan keduanya didasar kolam dengan kondisi tidak bernyawa lagi. Kedua korban segera dibawa ke rumah duka.

Di rumah duka, tampak seluruh keluarga termasuk ayah korban mengalami shock dan sempat pingsan melihat jenajah kedua korban terbujur kaku tak bernyawa lagi. Kakek korban, Thumas Surianto sekaligus Kepala Dusun II Desa Tuntungan II yang ditemui di rumah duka marasa sangat sedih atas kepergian ponakan dan cucunya tersebut.

“Mau apalagi, sudah terjadi. Kami semua sangat kehilangan, apalagi sebentar lagi mau Idul Fitri. Enggak sempatlah dirayakan ponakan dan cucu saya yang manja ini. Mudah-mudahan mereka diterima Allah SWT disisi Nya. Amin..amin.. ya Rabbal Alamin Ya Allah,” ujarnya sedih.

Dijelaskanya, sebenarnya mereka hendak pergi ke rumah kakaknya Nurul di Dusun IV terus mereka mandi-mandi di kolam itu. Tak tahu kenapa bisa tenggelam, Saya tahu peristiwa ini setelah saya ditelepon keluarga. Saya sedang tidak di rumah saat itu,”ujar sang kakek.

Sementara, salah satu kelurga dekat korban ketika dikonfirmasi kru koran ini menyebutkan, sebelum kepergian Nurul ke alam baka untuk selamanya, Nurul sempat menerima telepon ibunya dari Malaysia.

“Nurul sebelum puasa sempat ditelepon ibunya dari Malaysia. Dia minta maaf dan minta ijin karena sang ibu belum bisa pulang kampung. Rupanya telepon tersebut merupakan telepon terakhir bagi mereka. Nurul anak satu-satunya pula,” katanya berlinang air mata.

Kepala Desa Tuntungan II, Suryono,BA yang ditemui di rumah duka mengatakan, kolam itu direncanakan untuk lokasi balapan pacuan kuda milik Pordasu.

“Kolam itu di arena yang akan dibangun pacuan kuda milik Pordasu. Dalamnya kolam lebih kurang 2 meter lebih. Memang, dalam masa pembangunan dan sebagaian belum dipagar sebagai pengaman. Sudah sering anak-anak mandi di situ dan dilarang, bahkan kotoran kuda dimasukkan ke dalam kolam agar tidak ada anak yang mandi-mandi,” tutur Kades.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu PB,SH ketika dikonfirmasi didampingi Panit Reskrim Aiptu I. Perangin-Angin, Kanit Patroli AKP P.Ketaren,SH dan Panit Intelkam Aiptu Edi Purwanto saat berada di TKP membenarkan tewasnya kedua bocah tersebut.

“Saat ini, kasusnya masih dalam penyidikan. Kita sudah cek TKP dan melihat ke rumah duka. Untuk sementara, korban diduga tewas akibat tenggelam di kolam yang katanya milik Tung Kuriawan. Kolam itu direncanakan sebagai pemandian kuda yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan juga sebagai areal pacuan kuda milik Pordasu. Kita akan panggil pengusaha atau pemilik areal untuk dimintai keterangannya,” ucap Kapolsek

Leave a Reply