Bak Pasukan Datuk Sunggal, Warga 3 Kecamatan Karo Jahe Memburu Maling Kereta ke Hutan

0
316

imanuel 134

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Dewi Fortuna masih berpihak kepada 2 pengumpul nira Desa Mardingding Jahe (Kecamatan Biru-biru) pemilik sepeda motor Yamaha Vega R dan Supra X 125. Walau sepeda mereka sempat dibawa Orang Tak Dikenal (0TK), namun masih berhasil ditemukan [Jumat 9/8].  Kedua pengumpul nira ini adalah Nampai Ginting (45) warga Dusun Pagarbatu pemilik Yamaha Vega R BK 3511 HV  dan Timbul Barus (41) warga Dusun Mardingding Jahe pemilik Supra X 125 BK 5683 UT.


Informasi diperoleh Sora Sirulo [Sabtu 10/8: Pkl 17.00 Wib] di lokasi kejadian menyebutkan, pada hari kejadian [Jumat 9/8: sekira 10.00 Wib], Timbul Barus memarkirkan sepeda motornya Supra X 125 di pinggir jalan ketika hendak memanen air nira. Lantas, ketika dia sedang berada di atas pohon aren, tanpa dia duga, sepeda motor kesayangannya yang ada di pinggir jalan di preteli maling. 

Untungnya, ketika sang maling mongotak-atik tempat kunci kontak sepeda motor korban dengan kunci leter T, ujung kunci leter T malah keburu bengkok. Sang maling belum kehabisan akal. Karena kondisi jalan agak menurun, sepeda motor korbanpun ditunggangi walau mesinnya belum berhasil dihidupkan.

Kunci T yang digunakan maling saat mencoba membuka kunci kontak kereta milik Timbul Barus
Kunci T yang digunakan maling saat mencoba membuka kunci kontak kereta milik Timbul Barus

Sekira 300 meter pelaku membawa sepeda motor Timbul Barus, pelaku pun berhenti di sebuah gubuk warga yang berada tidak jauh dari pinggir jalan. Di dalam gubuk itu, pelaku mencoba lagi menggunakan kunci T yang telah dipersiapkan walau ujungnya telah bengkok. Karena tetap tidak berhasil, pelaku kemudian merusak dop penutup kunci untuk mengotak-atik kabel kunci kontak.

Di tempat terpisah, Timbul Barus yang telah selesai memanen pohon aren terkejut bukan kepalang begitu sampai di jalan. Ia tidak lagi menemukan sepeda motornya. Mengetahui sepeda motornya telah diambil orang, Timbul kemudian meletakkan air niranya dan selanjutnya berlari di jalan sambil berteriak “pinangko!!!!“.

Pelaku yang belum berhasil menghidupkan sepeda motor korban di dalam gubuk langsung melarikan diri ke arah semak-semak begitu mendengar teriakan Timbul. Warga yang juga mendengar teriakan korban langsung datang menghampirinya dan selanjutnya melakukan pencarian. Tak lama melakukan pencarian, warga pun menemukan sepeda motor milik Timbul di sebuah gubuk dan 2 buah kunci T dalam kondisi rusak.

Informasi pencurian di Desa Mardingding itu pun merebak hingga meluas ke desa-desa tetangga seperti Penen, Penungkiren, Cintarayat dan beberap desa lainnya. Tanpa dikomado, secara serempak, warga desa-desa ini melakukan pencarain pelaku hingga sore hari.

Karena pelaku belum juga ditemukan, sebagian warga kembali memilih melanjutkan aktivitasnya. Seperti halnya dilakukan Nampai Ginting, warga Dusun Pagarbatu Desa Mardingding Julu. Pada sore itu sekira Pkl. 19.00 Wib, Ginting juga memanen batang arennya yang juga berada di pinggir jalan dengan sepda motornya Yamaha Vega R, BK 3511 HV.

Ternyata, nasip Nampai Ginting tak jauh beda dengan Timbul Barus. Walau masih dalam pencarian warga, sipelaku masih saja memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Saat Nampai masih di atas pohon aren, pelaku yang belum diketahui identitasnya itu, langsung mengambil sepeda motornya yang juga diparkir di jalan.

Mengetahui sepeda motornya dibawa kabur, Nampai Ginting langsung berlari ke kampung dan meberitahuikannya kepada warga. Sejumlah warga dengan mengendarai sepeda motor langsung melakukan pengejaran. Keberuntungan ternyata juga masih berpihak kepada Nampai Ginting. Sekira 1 km sepeda motor Nampai Ginting dibawa kabur, minyaknya malah keburu habis. Jelas saja pelaku yang bernasib sial ini kalang kabut. Ia pun memilih meninggalkan sepeda motor Nampai Ginting di semak-semak pinggir jalan dan langsung melarikan diri ke arah hutan.

Kasus ini pun merebak luas hingga 3 kecamatan. Malam itu juga, 500an warga yang berdomisili di 3 kecamatan (Biru-biru, STM Hilir, Sibolangit) dengan membawa kayu, parang, tombak, senapan angin, dan dibantu anjing ikut melakukan pencarian dengan menyisir hutan Bukit Barisan yang diduga menjadi tempat pelarian pelaku. Adapun warga desa yang ikut melakukan pencarian seperti warga Desa-desa Penen, Penungkiren, Priaria, Pintubesi, Rambai, Cintarakyat, Sukamaju, dan Nageri, yang kebetulan berbatasan  langsung dengan Desa Mardingding Julu, tempat kejadian.

Pemburuan maling ini mirip seperti pergerakan Musuh Berngi yang penah dilancarkan oleh Datuk Sunggal jauh di masa silam saat menentang intervensi asing di Karo Jahe. Sayangnya, pencarian Jumat malam itu yang berlanjut hingga pagi hari sampai Sabtu sore hari, tidak membuahkan hasil.

“Sudah 2 hari 1 malam kami menyisir hutan Bukit Barisan, tapi sayang, pelaku tidak ditemukan,” kata Jaman Tarigan selaku Kepala Desa Mardingding Julu saat ditemui Sora Sirulo di lokasi.

Terpisah, kapolsek Biru-biru AKP Mulyadi ketika dikonfirmasi [Sabtu 10/8: sekira 17.00 WIB] membenarkan kejadian itu.

“Kita telah menurunkan anggota ke TKP untuk ikut melakukan pencarian, namun sampai saat ini, pelaku belum berhasil ditemukan,” katanya.

Leave a Reply