Cerita Rakyat: Misteri Jangak, Mahkluk Halus Penolong dari Karo

0
1090

BrandyOleh: Brandy Karo Sekali (Medan)

Para leluhur Suku Karo yang berada di Sumatera Utara dulunya sangat percaya dengan keberadaan sosok makhluk halus yang suka menolong, yang disebut jangak. Dari kisah yang diceritakan oleh para leluhur masyarakat Karo, jangak pada umumnya suka menolong seseorang ketika sedang berkesusahan dalam hal keuangan. Adapun orang yang ditolong biasanya adalah seseorang yang dianggap baik hati serta kerap pula menolong antar sesama.

Keberadaan jangak sebagai mahkluk halus yang suka menolong orang susah juga sebenarnya bukan hanya sekedar cerita lisan. Tetapi salah satu desa yang berada di wilayah Taneh Karo, yaitu desa yang terdapat di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara juga diberi nama Durin Jangak karena masih memiliki hubungan dengan keberadaan mahkluk halus tersebut.

Menurut cerita yang disampaikan oleh warga desa Durin Jangak kepada penulis, di desa mereka dulunya terdapat sebuah pohon durian besar yang diyakini sebagai tempat bersemayam sosok jangak. Karena keberadaan pohon durian yang berada di pinggir desa dan diyakini sebagai tempat bersemayamnya sosok jangak, akhirnya desa tersebut diberi nama Durin Jangak.

Terkait cerita yang beredar seputar keberadaan jangak, pernah juga tersiar khabar di Taneh Karo, seorang warga desa di Kecamatan Kutabuluh (Kabupaten Karol) yang dijumpai oleh sosok mahkluk halus tersebut. Cerita yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan, arga desa itu berjumpa dengan sosok jangak ketika dia sedang berjalan kaki dari pekan Kutabuluh menuju kampung halamannya.

Pada saat bertemu jangak, yang konon katanya sangat mirip manusia biasa, jangak itu memintanya membawa barang yang tersimpan di dalam goni dan berpesan agar dibawa ke rumah. Sosok misterius itu akan dating mengambilnya pada malam hari, katanya.

“Nanti malam saya akan datang ke rumah bapak untuk mengambil barang saya. Kalau saya belum datang jangan dulu dibuka goni ini sebelum Pkl. 12 malam,” begitulah kira-kira pesannya kepada warga desa yang dimintanya untuk membawakan bungkusan dalam goni yang dia berikan.

Warga desa tersebut memenuhi permintaan sosok misterius tersebut, dan membawa bungkusan goni itu menuju kampung halamannya. Tetapi sebelum tiba di rumah, warga desa itu merasakan bungkusan dalam karung tersebut semakin berat. Karena penasaran dengan isinya sembari lupa dengan pesan yang disampaikan jangak kepadanya, dia memberanikan diri membuka bungkusan.

Alahasil, dia terkejut sekali melihat isinya adalah pisau dan batu pengasah yang biasa digunakan untuk menajamkan pisau. Padahal, menurut cerita yang berkembang di masyarakat Karo, apabila warga itu tepat waktu membuka bungkusan yang diberikan kepadanya, maka isi karung semestinya berupa emas. Karena pesan tidak dipatuhi, isinya berubah menjadi pisau dan batu asah.

Terlepas dari banyaknya versi cerita jangak yang beredar di tengah-tengah masyarakat Karo, sebagian orang-orang Karo tidak terlalu mempercayai keberadaan jangak. Ada pendapat sebahagian orang bahwa keberadaan jangak hanya sengaja dikarang-karang oleh seseorang yang pernah kaya mendadak, dimana hasil kekayaan yang dia peroleh tersebut didapatkan dari hasil-hasil usaha yang kurang baik. Karena takut ketahuan dengan usahanya yang kurang baik, diciptakannyalah cerita bahwa dia telah diberikan uang yang banyak oleh sosok misterius yang dijuluki dengan istilah jangak.

Leave a Reply