Menantang Centeng Simpang Kwala, Sianturi Dihujani Klewang

0
380

Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. MEDAN. Akibat mendapat luka sabetan senjata tajam di sekujur tubuh, Horas Pardamean Sianturi, (23) warga Jl. Tanjungselamat  harus dilarikan ke RSU H. Adam Malik (Medan). Parbetor yang biasa mangkal di Simpang kwala ini, mengalami sekarat setelah dihujani sabetan kelewang oleh centeng Pajak Simpang Kwala [Selasa 13/8: sekira 22.00 Wib].

Informasi diperoleh Sora Sirulo [Rabu 14/8] di Mapolsek Delitua menyebutkan, pada hari kejadian, tiba-tiba terjadi keributan di Pajak Simpang Kuala Kelurahan Kwala Bekala (Medan). Kejadian itu bermula ketika korban, Horas Perdamean Sianturi yang bekerja sehar-hari sebagai tukang beca, datang ke lokasi Pajak Kwala Bekala dengan mengendarai becaknya dalam keadaan mabuk. Ketika sampai di pos jaga malam, Horas langsung membanting helmnya ke jalan sambil berkata kasar degan mengatakan “Konxxx (kemaluan laki-laki, red.) ama kalian semua… Kalau jago kalian ayo kita berantam,macam gak berkawanpun kita… “

Mendengar makian Horas, anggota jaga malam yang bertugas malam itu sekitar 6 orang mendatangi Horas dan menyuruh Horas untuk pergi. Sayangnya, Horas bukannya menuruti permintaan keenam6 centeng Pajak Simpang Kuwala tadi. Malah sebaliknya, Horas kembali memaki keenam pemuda tersebut, seraya mengajak mereka berantam. 

Tersulut emosi karena terus dimaki, salah satu petugas jaga malam langsung menghajar Horas. Karena kalah berantem, Horas selanjutnya memilih meninggalkan keenam petugas jaga malam tadi.

Tak lama kemudian, Horas kembali mendatangi petugas jaga malam dengan membawa batu dan melempari petugas jaga malam. Lemparan Horas pun dibalas oleh keenam pemuda tadi. Dihujani batu, Horas pun akhirnya ciut dan memilih meninggalkan lokasi Pajak Simpang Kwala.

Ironisnya, tak lama kemudian setelah kejadian itu, Horas kembali mendatangi Pajak Simpang Kuwala dengan menenteng kelewang. Kali ini dia tak sendiri. Ia datang bersama abang kandungnya bernama Geleng Sianturi,(26).

Melihat keributan terus berlanjut, Kepling Kwala Bekala yang melihat kejadian itu kemudian menyuruh Horas bersama Geleng agar keluar dari Pajak Simpang Kwala. Horas Sianturi benar-benar bernyali besar. Ia malah tidak mau mendengar nasihat pak Kepling. Bahkan, Horas malah berteriak sekeras-kerasnya dengan berkata: “Keluar kau kami tunggu di luar. Kubunuh kau gak ada apa-apanya kalian… Beraninya di pajak saja.” (Sambil mengacungkan kelewangnya).

Mendengar teriakan Horas, suasana Pajak Kwala Bekala makin heboh. Keenam petugas jaga malam yang juga turut mendengar teriakan Horas yang rada-rada menantang, yang juga telah mempersiapkan kelewang, langsung menghajarnya.

Akibatnya, Horas mengalami luka tusuk di dada kanan, dada kiri, punggung, pergelangan tangan kiri  dan pergelangan kaki kiri hingga membuat Horas Sianturi sekarat. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tidak berani melerai perkelahian. Demikian juga dengan abang korban Gepeng Sianturi. Ia lebih memilih melarikan diri.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Martualesi Sitepu SH bersama sejumlah personil yang mendapat informasi tersebut langsung terjun ke TKP. Selanjutnya, tubuh Horas yang sudah berlumuran darah diboyong ke RS Medica Padangbulan, Medan. Namun, karena luka yang diderita Horas cukup serius, petugas membawa korban ke RS Haji Adam Malik, Medan.

Kapolsek Delitua AKP Wahyudi SH melalui Kanit Reskrimnya Iptu Martualesi Sitepu SH ketika dikonfirmasi oleh Sora Sirulo [Rabu 14/8: sekira 12.30 Wib] membenarkan kejadian.

“Saat ini, korban berada di ruang bedah IGD RSU H Adam Malik. Kita juga telah melakukan Olah TKP. Sementara, sejumlah pelaku yang telibat dalam penganiayaan itu seperti saksi Rd (34), Ru, (33), dan BR (19) masih kita periksa secara marathon,” katanya.

Leave a Reply