Galian C Ilegal Lau Simeime, Pemkab Deliserdang Cuek

1
175

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Tidak adanya ketegasan Pemkab Deliserdang menyikapi maraknya Galian C tanpa izin di Kabupaten itu merangsang meluasnya Galian C illegal di daerah ini. Sebelumnya, pengorekan dilakukan hanya di lahan darat milik warga, tapi kini, para pengusaha tidak segan-segan merusak ekosistem sungai. Seperti halnya pengorekan yang dilakukan oleh salah satu pengusaha Ilegal bernama J. Purba di Dusun 4 Desa Namotualang (Kecamatan Sibiru-biru).

imanuel 155
Foto: Imanuel Sitepu (click foto untuk ukuran besar)


Pengorekan dengan menggunakan alat berat eskapator (bekho) sudah berlangsung beberapa bulan. Material sirtu dan pasir diangkut dengan menggunakan dump truck diduga dijual ke pihak yang telah memesannya. Meski warga setempat keberatan dengan kegiatan ini,  pengusaha Galian C tidak perduli.

“Hampir setiap hari  sungai dikorek untuk mengambil material. Selain merusak lingkungan, air sungai menjadi kotor. Aparat Muspika pernah melakukan tindakan dengan melakukan penutupan. Namun J. Purba selaku pengusaha yang disebut-sebut juga kepala dusun (Kadus) di desa itu terskesan tidak peduli,” kata J. Sembiring, salah satu warga, kepada Sora Sirulo [Selasa 27/8].

Mirisnya lagi, kata warga ini, Kepala Desa Namotualang Tukang Ginting telah ikut bersekongkol dengan kepala dusunnya untuk merusak jalur DAS (Daerah Aliran Sungai). 

“Sejak munculnya usaha pengorekan  sungai, semakin lengkaplah penderitaan warga. Air Lau Simeimei sudah sangat keruh sejak maraknya Galian C di bagian hulu yang membuang limbah ke sungai. Terlebih sekarang, pengorekan dilakukan di  sungai. Semakin lengkaplah derita kami karena air sungai terus kotor. Tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci ataupun irigasi,” ujar Sembiring yang juga dibenarkan warga lainya.

“Saya juga heran kenapa Bupati tetap membiarkan penyebab kerusakan lingkungan tersebut. Tidak hanya sekali kami lihat petugas dari Polisi Pamong Praja Pemkab Deliserdang keluar masuk lokasi galian ilegal itu. Tapi, kalau pura-pura tidak tahu, itu mungkin bisa saja karena ada dugaan sudah menerima upeti dari pengusaha illegal guna memuluskan usaha yang menyalahi itu,” katanya lagi.

1 COMMENT

  1. cuek atau tidak . . . bupati pendatang ini telah berhasil merusak secara total tanah ulayat orang Karo Deliserdang. Itulah yang dia telah lakukan sejak 10 th lalu, sudah banyak hasilnya baginya sebagai bupati pendatang merusak ranah ulayat etnis lain

    MUG

Leave a Reply