Bertahan Melawan Keraguan

1
140
priska 5
Click foto untuk ukuran besar

Hari ini hujannya sangat deras, dan entah mengapa kali ini aku sangat tidak menyukai airnya. Aku bahkan merasa sangat berisik dengan suara gemericiknya. Tidak seperti dulu, saat aku masih kecil. Bahkan, ketika aku sudah kuliahpun aku menyukainya, menikmati gemericiknya, menikmati basahnya.

Aku berpikir, mengapa hari ini hujan ini sangat menakutkan, tidak menjadi sahabatku lagi? Ada sesuatu yang berubah. Sepertinya, aku tidak mengenal diriku lagi. Setiap detik yang kita lewati dengan hembusan nafas yang Tuhan berikan dan segala syukur atas hidup yang sudah dijalani. Namun tak pelak kita juga bertemu dengan benturan-benturan dalam menjalani hidup.

Ada hantaman yang begitu keras yang mungkin mampu meluluhlantahkan keyakinan, menghancurkan kepercayaan diri. Ada benturan yang hanya kerikil-kerikil kecil yang mampu kita lewati. Aku percaya semuanya itu adalah proses untuk hidup lebih baik.

Hidup tidak akan pernah terlepas dari erangan tangisan pilu dan juga tidak pernah terlepas dari suara tawa lepas yang terbahak-bahak tanpa ada beban. Mungkin saat ini aku merasa sakitnya derasnya air hujan, tapi bukankah selalu ada harapan bagi secercah mentari esok pagi?

Hidup tidak selalu berada dalam kabutnya mendung, banyaknya beban dan sakitnya perjuangan. Setelah itu, semua akan ada terbit matahari yang bersinar memberikan terang dan keceriaan pada hidup.

Selamat menikmati pasang surutnya hidup bersama Tuhan, karna sesungguhnya kita tak pernah sendiri mengalaminya. Pohon yang tumbang tidak bisa berdiri lagi. Tetapi, orang yang tumbang masih bisa berdiri lagi, bahkan berdiri dengan tegak. Lalu, melangkah lagi dengan tegap, maju memasuki babak hidup yang baru; tentunya dengan belajar dari kejatuhannya itu ….

* Selamat berproses kembali …

1 COMMENT

Leave a Reply