Keseriusan Jati Diri Dibalas Guyonan Tak Nyambung

7
194

Oleh: Jhonny Sinulaki

Dalam menangggapi gencarnya seruan KBB (Karo Bukan Batak) di sebuah grup facebook, seseorang berkata begini: “Cuma guyon aja ya, apa perlu kita buat KARO BUKAN INDONESIA?” Saya menjadi tertarik menanggapi guyonannya sebagai berikut.

INDONESIA lahir melalui Proklamasi dan diperjuangkan sedemikian rupa serta diamandemen dalam undang-undang kenegaraan, dibuat landasan bernegara, dasar bernegara, asas bernegara, serta menaungi banyak suku, agama, ras, dan golongan yang ada di dalamnya dan telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Nah…. Apakah prosesnya sama dengan pem-BATAKAN? Bagaimana kita menjelaskan hal ini dengan sejarah yang kita ketahui dan coba diresapi, camkan dan bandingkan dengan guyonan di atas? Apakah penting atau layak dipikirkan membuat himbauan KARO BUKAN INDONESIA?

Saya menghargai pembahasan Karo Bukan Batak atau Karo adalah bagian Batak karena saya tergerak mempelajari budaya Karo. Aku bukanlah orang pintar tapi logikaku tiba-tiba eror membaca guyonannya itu.

Hal yang kita bahas saat itu sangat jelas, yaitu mengenai identitas (jati diri) yang masih dalam simpang siur. Mengapa dikaitkan dengan identitas yang sudah jelas dan sudah harga mati bagi setiap warga NKRI? Di mana logikanya?

Tapi, kalaulah memang sekedar guyonan, agar kita tertawa sejenak, tak apalah. Forum itu memang terbuka. Namun, saya percaya, semua peserta diskusi berhasrat menemukan  yang terbaik dari diskusi. Oleh karena itu, sebisanya, janganlah memperkeruh suasana dan lari dari konteks pembahasan.

Berilah penghargaan kepada teman-teman yang tekun dan giat selama ini mendiskusikan hal terbaik untuk kekaroan kita.

7 COMMENTS

  1. Mejuah juah,

    …………………
    Manusia purba dari genus Homo adalah jenis manusia purba yang berumur paling muda, fosil manusia purba jenis ini diperkirakan berasal dari 15.000-40.000 tahun SM. Dari volume otaknya yang sudah menyerupai manusia modern, dapat diketahui bahwa manusia purba ini sudah merupakan manusia (Homo) dan bukan lagi manusia kera (Pithecanthrupus). Di Indonesia sendiri ditemukan tiga jenis manusia purba dari genus Homo, antara lain Homo soloensis, Homo wajakensis, dan Homo floresiensis.

    Homo soloensis, ditemukan oleh Von Koeningswald dan Weidenrich antara tahun 1931-1934 disekitar sungai bengawan solo. Fosil yang ditemukan hanya berupa tulang tengkorak.
    Homo wajakensis, ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1889 di Wajak, Jawa Timur. Fosil yang ditemukan berupa rahang bawah, tulang tengkorak, dan beberapa ruas tulang leher.
    Homo floresiensis, ditemukan saat penggalian di Liang Bua, Flores oleh tim arkeologi gabungan dari Puslitbang Arkeologi Nasional, Indonesia dan University of New England, Australia pada tahun 2003. Saat dilakukan penggalian pada kedalaman lima meter, ditemukan kerangka mirip manusia yang belum membatu (belum menjadi fosil) dengan ukurannya yang sangat kerdil. Manusia kerdil dari Flores ini diperkirakan hidup antara 94.000 dan 13.000 tahun SM.
    …………………………….
    Namun aku gak pernah dengar dan baca bahwa budaya pendukung dimana fosil ini ditemukan mengatakan bahwa mereka keturunan/nenek moyang dari fosil yg ditemukan.

    Apakah orang solo merupakan keturunan dari homo soloensis?
    Apakah orang wajak merupakan keturunan dari homo wajakensis?

    Pertanyaan mendasar :
    Kapan orang karo ada, dinyatakan sebagai orang karo, dimana, apa bukti peninggalannya?

    Bujur
    benz

  2. Mejuah juah,

    …………………
    Manusia purba dari genus Homo adalah jenis manusia purba yang berumur paling muda, fosil manusia purba jenis ini diperkirakan berasal dari 15.000-40.000 tahun SM. Dari volume otaknya yang sudah menyerupai manusia modern, dapat diketahui bahwa manusia purba ini sudah merupakan manusia (Homo) dan bukan lagi manusia kera (Pithecanthrupus). Di Indonesia sendiri ditemukan tiga jenis manusia purba dari genus Homo, antara lain Homo soloensis, Homo wajakensis, dan Homo floresiensis.

    Homo soloensis, ditemukan oleh Von Koeningswald dan Weidenrich antara tahun 1931-1934 disekitar sungai bengawan solo. Fosil yang ditemukan hanya berupa tulang tengkorak.
    Homo wajakensis, ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1889 di Wajak, Jawa Timur. Fosil yang ditemukan berupa rahang bawah, tulang tengkorak, dan beberapa ruas tulang leher.
    Homo floresiensis, ditemukan saat penggalian di Liang Bua, Flores oleh tim arkeologi gabungan dari Puslitbang Arkeologi Nasional, Indonesia dan University of New England, Australia pada tahun 2003. Saat dilakukan penggalian pada kedalaman lima meter, ditemukan kerangka mirip manusia yang belum membatu (belum menjadi fosil) dengan ukurannya yang sangat kerdil. Manusia kerdil dari Flores ini diperkirakan hidup antara 94.000 dan 13.000 tahun SM.
    …………………………….
    Namun aku gak pernah dengar dan baca bahwa budaya pendukung dimana fosil ini ditemukan mengatakan bahwa mereka keturunan/nenek moyang dari fosil yg ditemukan.

    Apakah orang solo merupakan keturunan dari homo soloensis?
    Apakah orang wajak merupakan keturunan dari homo wajakensis?

    Pertanyaan mendasar :
    Kapan orang karo ada, dinyatakan sebagai orang karo, dimana, apa bukti peninggalannya?

    Bujur
    benz

  3. Asia dan orang Batak

    Linguistic and archeological evidence indicates that Austronesian speakers first reached Sumatra from Taiwan and the Philippines through Borneo and/or Java about 2,500 years ago, and the Batak probably evolved from these settlers.

    http://en.wikipedia.org/wiki/Batak

    Orang Eropah

    Neolithic Europe refers to a prehistoric period in which Neolithic technology was present in Europe. This corresponds roughly to a time between 7000 BC (the approximate time of the first farming societies in Greece) and c. 1700 BC (the beginning of the Bronze Age in northwest Europe). The Neolithic overlaps the Mesolithic and Bronze Age periods in Europe as cultural changes moved from the southeast to northwest at about 1 km/year.[1] The duration of the Neolithic varies from place to place, its end marked by the introduction of bronze implements: in southeast Europe it is approximately 4,000 years (i.e. 7000 BC–3000 BC) while in Northwest Europe it is just under 3,000 years (c. 4500 BC–1700 BC).

    http://en.wikipedia.org/wiki/Neolithic_Europe

    Orang Gayo/Karo, 7400 th

    http://www.setkab.go.id/nusantara-4750-tim-arkeologi-balar-temukan-fosil-berusia-7400-tahun-di-aceh-tengah.html

    Apa yang saya tuliskan dalam komen itu berdasarkan bukti-bukti konkrit yang sudah diakui dunia (penemuan arkeologis). Jadi bukan tidak serius. Tapi kalau ada yang lebih serius lagi silahkan tuliskan Sili/Lae, kita semua membutuhkan keseriusan, terutama dalam soal KBB. Kekeliruan dan ketidakseriusan gerakan pencerahan KBB silahkan terus mengingatkan dan mengeritik.

    MUG

  4. ha ha………

    ……………Jadi manusia ras kulturna pertama emkap kalak Karo/Gayo, sidebanna reh belakangan, kai denga ka si gelarna ‘Batak’, rehna abad-abad pertama masehi.. Jarakna lebih 5000 th ras Karo/Gayo………

    kuakap pernyataan enda si la serius.

    sekali nari ha…ha…..

    bujur
    benz

  5. Payo katandu JhS.
    Keseriusan nanggapi Jatidiri Karo enda perlu, sebab tandingenna emkap mengaburkan atau melenyapkan. Tiap jelma lit identitasna, bagepe tiap suku/etnis. Lit Jawa, lit Batak, lit Sunda atau Madura. Batak, kerina metehsa. Karo lenga kerina metehsa. Emaka ula sibahan jadi jagar-jagar, enda muat riahna kap kalak si ingin mengaburkan adah ndai.
    Kultur/budaya Karo enggo berumur 7400 th, jadi kultur sideban (bangsa/etnis) sideban rehna belakangan. Eropah kultur tertua 3500 th. Jadi manusia ras kulturna pertama emkap kalak Karo/Gayo, sidebanna reh belakangan, kai denga ka si gelarna ‘Batak’, rehna abad-abad pertama masehi.. Jarakna lebih 5000 th ras Karo/Gayo. http://www.setkab.go.id/nusantara-4750-tim-arkeologi-balar-temukan-fosil-berusia-7400-tahun-di-aceh-tengah.html
    Bujur
    MUG

Leave a Reply