Karo Bukan Batak sebagai Effortless Work dan Effortless Success

2
312
Foto: Rudy Pinem

M.U. GintingHidup kita sebagai manusia sampai era ini masih didominasi oleh kepercayaan, atau semacam paradigma yang sangat kuat dan mendalam, yaitu; untuk mencapai sesuatu (sukses) haruslah kerja keras dan rajin. Tidaklah masuk akal sama sekali kalau dapat sukses tanpa kerja keras, kecuali kalau tak jujur. Walaupun sukses yang diperoleh dengan cara tak jujur sering juga menuntut kerja keras dan peras otak (sangat banyak juga terjadi, seperti halnya korupsi besar). Namun, akhir-akhir ini, muncul berbagai pikiran lain atau malah bertentangan dengan paradigma tersebut; seperti halnya effortless success atau effortless work dimana pekerjaan berubah jadi semacam mainan saja atau hobbi. Tapi, mungkinkah ini di masa sekarang ini? Kalau mungkin, mengapa?

“Dasar pikiran secara umum yang biasa dikatakan adalah karena universum (semesta)  tak pernah bekerja keras,” kata mereka.

Foto: Rudy Pinem

Jadi, kita hanya mengikuti ’tabiat’ universum. Padahal, universum yang sekarang adalah universum yang dulu juga. Mengapa baru sekarang kita bisa mengikuti tabiatnya?  Perkembangan pikiran kah? Tingkat kesedaran yang sudah jauh lebih tinggi kah?

Salah satu jawaban yang sudah pasti bisa dibenarkan, ya, itulah; kalau kesadarannya masih yang dulu juga, kemungkinan kita tetap tidak akan mengerti soal ini. Berarti, ada perkembangan pemikiran/ kesadaran manusia.

Menuliskan artikel kecil ini boleh dikatakan effortless, saya rasakan sendiri. Lantas, saya sedikit berpikir, mengapa bisa begitu? Salah satu penjelasan yang mungkin adalah, kalau menguasai bahannya, pekerjaannya seakan soal rutin saja. Tetapi, kalau dilihat dari segi lain, adalah bahwa pekerjaan rutin selalu mendatangkan kebosanan bagi sebagian besar manusia. Apa yang membikin tidak bosan? Lagi-lagi di sini jawabannya adalah perubahan dan perkembangan.

Tanpa perubahan dan perkembangan, pasti pekerjaaan rutin tak terselamatkan. Akhirnya akan mati juga. Jadi, pekerjaan rutin yang mendatangkan sukses tanpa effort (usaha/ kerja keras) hanya bersifat sementara jika tidak dibarengi perubahan dan perkembangan.

Foto: Sada Kata Ginting

Dalam usaha kita mempertahankan dan meningkatkan JATIDIRI dan kemandirian Karo, kita memperkenalkan dan mengembangkan satu paradigma baru yang menentang semua paradigma lama yang dipaksakan oleh kolonial pada zamannya dengan ungkapan yang relatif sudah terkenal di Indonesia (dan sedikit di dunia internasional), yaitu: KARO BUKAN BATAK.

Orang-orang Karo sudah sangat jauh memancarkan pengertian yang tersirat dalam ungkapan ini dan sudah semakin luas kalangan yang memahaminya; baik di kalangan Karo maupun di luar Karo.

Karo pada mulanya adalah manusia alamiah. Hidupnya sangat dekat dengan alam dan selalu pula dengan tanah dan hutannya yang sangat subur dan kaya. Kultur dan budayanya adalah yang tertua didunia, sudah 7400 tahun (lihat link http://www.setkab.go.id/nusantara-4750-tim-arkeologi-balar-temukan-fosil-berusia-7400-tahun-di-aceh-tengah.html).

Karena itu, Karo bisa lebih dekat ke perkerjaan alamiah/ universum, lebih dekat ke pekerjaan effortless secara alamiah.

Di luar dugaan kita sama sekali adalah bahwa kita memancarkan sinar KARO BUKAN BATAK bisa dikatakan juga effortless, sebagai survival instinct (instink untuk bertahan hidup); kita hanya melakukan apa yang harus kita lakukan tanpa menentang atau memusuhi siapapun. Kita merasa tidak terbeban karena, bagi kita, itu ringan saja. Sangat memungkinkan kita mengerjakannya dengan santai saja, to turn work into play.

Kita mengatakan apa yang harus dikatakan bisa dengan effortless, karena tak ada tujuan merugikan atau memusuhi siapapun. Satu-satunya yang kita inginkan adalah menjelaskan dan mencerahkan siapa kita, atau jatidiri kita, sebagai satu suku diantara banyak suku bangsa di negeri kita. Pada dasarnya, kita hanya bikin pencerahan dan harapan. Dua kata ini dibutuhkan oleh semua suku, semua manusia, di dunia.

Kita “menulis apa yang harus ditulis” adalah juga effortless. Begitu juga dengan “buat apa yang harus diperbuat” bisa semuanya effortless. Tak ada maksud merugikan siapapun yang lain, tak ada beban.

Dasar yang kita pakai adalah dasar alamiah universal, kejujuran dan keadilan untuk semua, sesuai dengan pepatah dialektis Karo ‘sikuningen-kunigen radu megersing siagengen radu mbiring’ yang secara internasional berarti win-win solution. Begitu juga dalam persoalan lain seperti halnya untuk menjadi pemimpin (paradigma baru leadership) sebagai salah satu arus perkembangan dunia, Karo, punya syarat yang cukup unik dan universal untuk menjadikannya sebagai pekerjaan effortless.

Bersamaan dengan perkembangan internet, Karo punya laboratorium besar sebagai sumber knowledge yang tak terbatas. Selalu ada kemungkinan yang lebih besar untuk mempelajari dan menyesuaikan sikap (attitudes) dengan perbuatan (actions). Dunia telah dibagi menurut peta ‘perasaan dan kultur’ (Moisi, emotion and culture, 2009) dan Karo, karena keunikannya, punya andil penyesuaian yang luar biasa sesuai dengan sifat alamiahnya dan universalnya (kesesuaian perkembangan EQ Karo dengan perkembangan EQ dunia).

2 COMMENTS

  1. Bujur pa MUG nggo ka nambah wawasen kami si mbaca enda, maju terus karo, mari ras-ras kita perjuangkan KBB enda ( Karo Bukan Batak )

  2. Internet adalah laboratori luar biasa bagi Karo. Laboratori terbesar dan termodern, dan terus berkembang pesat. Kuliner Karo dan bahkan ‘kidu’ Karo diperkenalkan.

    Dari situ juga Karo mengetahui semakin jelas dan mendalam siapa yang suka ‘mengaduk’ periuk Karo seperti yang terjadi di kerjatahun Palembang.. Karo di bodohi tetapi Karo makin pandai. Untuk itu Karo tidak bisa mendiamkan dan melupakan begitu saja, tetapi harus bikin PENCERAHAN DAN HARAPAN untuk rakyat-rakyat dunia, tidak hanya untuk Karo, Batak dan Indonesia.
    Perbuatan membodohi publik (disini gubernur dan rakyat Sumsel) tetap tidak bisa dikategorikan sebagai perbuatan dan sikap yang mencerminkan keadilan, kejujuran dan keterus terangan, yang merupakan syarat penting perdamaian dunia..

    Gunakan Internet untuk mengumandangkan PENCERAHAN DAN HARAPAN.

    MUG

Leave a Reply