TENDA SENYUMAN

0
280

fernando 6

Oleh: Fernando Thomas Sembiring (Depok)

Pada kekosongan ini aku menanti kamu sebagai isi, Kekasih
Aku yang mengoleksi kenangan dengan harapan
Suatu saat kau datang dan menutup lembar kerinduan ini
Berpayung malam di kesendirian, sepi tak terelakan
aku, hanyut pada senyuman yang menemaniku di sebuah tenda makan hingga tengah malam.

Saat itu kita hanya berjarak sejauh meja makan, diam-diam aku mencuri pandang.Malam itu kuingat dua hari bulan menghilang dan kutemui dia ada di sebuah senyuman.

Dalam rangkaian percakapan, kutatap matamu jauh ke dalam
belum sampai ke. dasar, aku sudah tak tahan untuk bilang:

“Aku jatuh cinta padamu, sayang”.

Aku tak peduli dengan dingin dan pekatnya malam, senyummu tak membuat ngantuk, tak membuatku takut merasa sayang. Aku mengabadikan senyummu dalam ingatan dan kini  ‘ku bagikan pada yang entah namanya sajak, puisi atau coretan.

Aku hanyut di sedetik senyuman dan tertusuk tajam sudut matamu
Hai, Puan, pada tiap kata ini aku datang dan merangkai malam dalam satuan ingatan.
Kita yang berjarak hanya  semeja makan, berhadapan, dan memulai perjumpaan mata kita bertatapan dan kunikmati senyummu yang menggemaskan.

Kalau sudah boleh aku memanggilmu “Sayang” tolong katakan,

Kalau tak bisa juga katakan agar kata-kata ini tau untuk apa mereka terangkai
Hei kamu, gadis yg menghanyutkanku pada senyuman, yang menusukku  tajam dengan tatapan,

Sudikah kau membesarkan puisi yang sudah kulahirkan?

Mungkin ini terlihat berlebihan, namun bersamamu hingga tengah malam membuatku semakin tenggelam pada perasaan. Kalau boleh, ijinkan aku menjumpaimu walau dalam mimpi, begitupun yang kusebut ini puisi.

Leave a Reply