Peredaran Narkoba Tak Terkendali, Ratusan Warga Demo Polsek Namorambe

0
218
imanuel 184
Ratusan warga melakukan unjuk rasa ke polsek namorambe.

IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Namorambe yang “dibiarkan menjamur” oleh kepolisian pimpinan Kapolsek AKP Sukahati Karo-karo ini membuat warga gerah dan resah hingga melakukan aksi demontrasi di depan Mapolsek Namorambe [Jumat 27/9: sekira 15.00 wib]. Aksi Demontrasi ini dimulai dari Desa Tangkahan (Kecamatan Namorambe). Di desa ini, para warga mensinyalir adanya bandar narkoba jenis sabu-sabu yang sering beraktifitas dan bertranksasi di Desa Tangkahan.


Guntur Br Barus (65) warga Desa Tangkahan yang ditemui wartawan mengatakan, di desanya itu terdapat bandar sabu-sabu yang dibiarkan Kepolisian Namorambe terus beraktifitas. Sementara, maraknya peredaran sabu-sabu di desanya berdampak negatif bagi warga sekitar.

“Banyak barang-barang warga yang hilang, baik itu barang-barang elektronik maupun hewan ternak,” katanya.

Hal senada dibenarkan banyak warga yang sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Namorambe. Namun, sampai saat ini, Polsek Namorambe hanya diam saja dan tidak melakukan tindakan apapun terkait kehilangan barang-barang warga dan maraknya peredaran narkoba. Di samping itu, warga juga resah karena maraknya perdaran narkoba sehingga terkontaminasi kepada anak-anak mereka.

“Tiap hari bandar sabunya lewat desa ini. Tapi ga pernah ditangkap. Bahkan kami pernah liat orang yang dicurigai bandar sabu ini sering menggunakan sepeda motor polisi. Parahnya lagi, kalupun polisi melakukan penangkapan, yang jadi korban anak-anak kami yang dibujuk sang bandar untuk mengkonsumsi narkoba,” ujar warga tadi.

Pantauan Sora Sirulo ini di lapangan, aksi demontrasi ini berawal di Desa Tangkahan dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Polsek Namorambe untuk menanyakan kepada kepolisian perihal tidak ditangkapnya bandar sabu-sabu di Desa Tangkahan.

Unjuk rasa ratusan warga ini di Polsek Namorambe langsung diterima Kapolsek AKP Sukahati Karo-karo yang mengatakan kepada warga agar membatu kepolisian untuk mengusut maraknya peredaran narkoba di Desa Tangkahan. Mendengar pernyataan Kapolsek tersebut, warga tidak puas dan memilih tetap berada di depan Mapolsek Namorambe

Kapolsek Akp Sukahati Karo-karo meminta beberapa orang perwakilan dari warga untuk berdikusi dan berkoordinasi di dalam ruang Kapolsek untuk mencari solusi sekaligus mengantisipasi kemarahan warga agar tidak berlangsung lebih lama lagi.

Kapolsek Namorambe AKP Sukahati Karo-karo mengatakan, telah menerima perwakilan dari warga dan meminta kepada warga memberikan waktu kepada polisi paling lambat 3 minggu untuk menyelidiki kasus tersebut.

“ika ada oknum polisi yang terlibat ‘main mata’ dengan bandar sabu yang dituduhkan masyarakat maka akan langsung ditangkap dan ditindak,” katanya.

Leave a Reply