Feeling Awkward untuk ‘Ketik AFI (Spasi) NOVA Kirim ke 7288’

2
162

Oleh: Heston Sinuraya (Yogyakarta)

Ketika Nova ditanya soal kesukuannya, ada sedikit keragu – raguan di sana. Dengan gugup Nova mengaku bahwa dia adalah orang ‘Batak Karo’. Untungnya juri Tri Utami bisa menjelaskan perbedaan Batak dengan Karo. Ketika menyaksikan dailog-dialog dalam acara tersebut, saya merasakan ada rasa yang tidak enak di hati, terasa janggal atau lebih tepatnya dalam istilah asing sering disebut awkward. Contoh lain dari rasa awkward ini adalah ketika kela harus berbicara dengan mami tanpa perantara.

Dari yang saya saksikan Nova seolah – olah ingin berbicara bahwa dia seorang Batak tetapi dia juga tidak enak hati karena telah meminta dukungan kepada komunitas Karo di facebook. Atau mungkin juga sebaliknya, dia ingin berbicara bahwa dirinya orang Karo, tetapi khawatir kalau orang tidak akan menganggap dia karena menurutnya orang tahunya bahwa orang Medan adalah orang Batak.

Secara kualitas, Nova sangat mumpuni, masih jauh di atas beberapa kontestan lainya, kalaupun ada tanggapan minor oleh dewan juri, kebanyakan hanyalah masalah preferensi atau subjektifitas.

Tetapi ketika Nova kelihatan gugup atau tidak percaya diri secara otomatis para penonton lain yang tidak tahu soal KBB akan merasa bahwa apa yang disampaikan oleh dewan juri adalah benar adanya. Tentunya ini akan mengurangi popularitas Nova dalam perolehan SMS.

Mudah – mudahan di penampilan selanjutnya Nova bisa tampil menjadi dirinya sendiri, lepas dari tekanan KBB, dan lepas dari tekanan sebagai duta Karo, sehingga ketika ditanya lagi soal Batak atau Karo, Nova bisa lebih santai dalam menjawab dan tidak lagi terlihat gugup.

2 COMMENTS

  1. Penempilan Nova cepat berkembang ke arah sangat positif, pedenya maupun sikapnya terhadap dirinya sendiri sebagai Karo, darahnya adalah darah Karo, dia semakin merasakan dan menikmati. Penampilan semakin sesuai dengan jiwa kekaroan dalam menyanyikan lagu ‘cinta’. Dia pasti tidak akan kaku kalau menyanyikan lagu cinta dalam lagu Karo karena didalam darahnya mengalir darah Karo.
    Penampilan semula jelas kelihatan. Jurinya (Bunda Maya) melihat Nova sebagai wanita Batak, sehingga bilang ‘seperti mau marah’ ‘terlalu emosi’ katanya. Bunda Maya sudah punya titik tolak yang salah, karena Nova bukan orang Batak. Bagaimana menilai seorang Karo secara objektif kalau dia sudah dianggap orang Batak? Padahal kultur Batak ini sangat jauh dari kultur Karo. Antara juri Bunda Maya dan juri Mbak Iik kemudian terjadi ‘ribut’ bahwa Nova bukan orang Batak tapi ‘batak’ Karo dan lebih lemah lembut kata juri Mbak Iik dan dalam penamilan 18 okt sudah kelihatan kekaroannya dan juri Bunda Maya yang tadinya menganggap Nova terlalu marah, sekarang melihatnya lebih lembut. Tapi mungkin dia tetap masih belum mengerti bahwa Nova bukan Batak.
    Pandangan juri jelas, tidak menginginkan temperament ’emosi’ ‘terlalu marah’, yang pada dasarnya soal ini TIDAK ADA dalam jiwa dan kultur Karo terutama dalam bernyanyi. Soal ini juga bisa terlihat dari semua lagu-lagu Karo pada umumnya yang bernada MAL lebih lembut, berperasaan bukan dur yang lebih bisa menunjukkan keagresifan.
    Nova sudah dalam perjalanan menuju penampilan yang semakin perfect, suaranya, geraknya dan sikap artistiknya, dan memberikan efek pendidikan siapa Karo dalam dunia kontes seperti itu. Bujur Nova.

    MUG

  2. Banyak kekurangan Nova dipaparkan di internet, kelebihannya juga dan yang akan banyak mempengaruhi ‘jalan deritanya’ tentu pemaparan terus menerus kelebihannya. Begitulah adanya, begitulah yang terjadi dan akan terjadi, kalau prosentase kekurangannya melampaui kelebihannya dalam cerita yang selalu diangkat kepermukaan, maka kekurangan itulah yang akan berdominasi. Dan sialnya soal ini juga akan mempengaruhi jurinya.

    ‘Keraguannya’ sebagai Karo terbawa didarahnya, berlaku bagi semua anak-anak muda kita yang belum dapat bekal KBB. Bukan salah dia. tapi kita-kita yang mengerti kekaroan itu, orang dewasa Karo dan lingkungan. KBB masih harus lebih mempertinggi kerja keras. Bagaimana menghilangkan keraguan tentang Karo terutama dikalangan anak-anak muda kita yang sudah sejak kecil dan sejak dari SD diindoktrinasi B? Dan bahwa B itu adalah buatan luar, baru saja ahli-ahli dunia bikin pernyataan yang tegas (Azhari dan Perret). Dan bahwa kultur Karo sudah berumur 7400 th adalah budaya tertua dunia yang pernah ditemukan. Penemuan ini juga baru saja dan belum semua dapat info, apalagi dikalangan anak-anak muda kita.

    MUG

Leave a Reply