Warga Karo Diskusikan Kasus Penggantian Nama Jalan Ngumban Surbakti

3
197
Di sela-sela pertemuan

alexander firdaustALEXANDER FIRDAUST MELIALA. MEDAN. Berawal dari pemberitaan Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) tertanggal 8 Oktober 2013. Berita ini mengutip SK Walikota Medan Nomor: 620/1580.K/X/2013 Tentang Perubahan dan Penabalan Nama-nama Jalan di Kota Medan yang menyebutkan salah satu nama jalan yang diganti adalah Jalan Ngumban Surbakti. Atas pemberitaan tersebut telah menjadi perbincangan sengit di kalangan Karo di seluruh dunia lewat media sosial Facebook.

Salah satu dari beberapa pertanyaan utama adalah kepastian apakah memang benar Jalan Ngumban Surbakti telah diganti. Hal tersebut terkait dengan sosok Ngumban Surbakti sendiri yang selama ini diketahui adalah putra daerah yang telah banyak berjuang untuk merebut Kemerdekaan RI. Diskusi yang berlangsung melalui situs jejaring sosial menyepakati agar melakukan pertemuan secara langsung di lapangan untuk membahas lebih lanjut tentang pemberitaan Harian SIB itu.

Pertemuan itu telah dilksanakan hari ini [Selasa 15/10: 11.00 – 17.00 Wib] di sebuah cafe yang terletak di Jl, Ngumban Surbakti. Dalam pertemuan ini juga terjadi pembicaraan alot dengan kesepakatan untuk menempuh langkah-langkah ke depannya, yaitu diantaranya:

1. Tim yang sudah terbentuk dan dengan bantuan seluruh elemen masyarakat Karo agar bekerjasama mencari terlebih dahulu surat salinan SK Walikota Medan Nomor: 620/1580.K/X/2013, Tentang Perubahan dan Penabalan Nama-nama Jalan di Kota Medan dimana, seperti yang diberitakan oleh Harian SIB pada tanggal 8 Oktober 2013 yang lalu, bahwa salah satu nama jalan yang diganti adalah Jalan Ngumban Surbakti.

2. Setelah surat salinan SK Walikota Medan Nomor: 620/1580.K/X/2013 didapatkan, maka dengan demikian akan diketahui kebenaran dari pemberitaan Harian SIB tentang perubahan nama Jalan Ngumban Surbakti tersebut. Mengenai benar atau salah isi pemberitaan tersebut, maka selanjutnya akan diambil langkah-langkah yang perlu untuk dilakukan.

3 COMMENTS

  1. Kita upayakan salinan sk ttg perubahan atau penabalan nama Ngumban Surbakti menjadi
    JL soekarno Hatta, harian SIB pasti tdk bohong ….. kejar teruuus sampai dapat sknya !!!

  2. Mengubah yang negatif jadi positif . . .

    Mengubah Tahura jadi ‘Singa’ pernah terjadi, dan telah membuat Karo lebih merapatkan barisan, dan menyadari bagaimana asak-asak lembu dalam ethnic competiion. Jadi bikin peningkatan kesadaran dan pikiran orang Karo, bahwa orang diam lebih enak mengebirinya bagi tukang-tukang kebiri. Karo belum mandul, dan tak akan mungkin dimandulkan. Cacing sajapun bikin perlawanan kalau diinjak.
    Dulu orang Karo diam saja kalau dibilang Batak, sekarang Karo menjelaskan, tidak mandul. KBB telah merupakan kunci utama dalam ethnic competition pada tingkat perkembangan sekarang.
    Budaya Karo adalah budaya tertua didunia yang pernah ditemukan, 7400 th. Dialektika Karo juga adalah dialektika tertua didunia.
    Memang berat bagi etnis-etnis lain untuk bersaing dengan Karo jika Karo semakin terlihat digaris depan dalam perkembangan dunia, k. ‘Asak dan pepetkan dimana mungkin’, kelihatannya itulah pedoman etnis pesaing mearena way of thinking Karo, demokrasinya dan tradisinya kompatibel dengan perkembangan dunia. Caranya disini sangat rendah. Tapi kita tak mungkin memaksakan cara lain untuk bersaing, tiap etnis/kultur punya taktik dan strateginya sendiri. Salah satu ialah dengan MEMBATAKKAN Karo. Dan ini sudah dalam perjalanan kebawah dalam proses thesis-antitesis-syntesis. Pembatakan sudah tidak dalam tingkat yang sama ketika Orba misalnya. Pakpak, Karo, Simalungun, Mandailing sudah ada ketegasan bukan batak. Cita-cita membatakkan Alas dan Gayo juga sudah gagal dari antropolog Amir Nadapdap. Gayo dan Karo sudah jauh lebih tua dari Batak sendiri (lebih dari 5000 th jaraknya).

    Ahli-ahli duniapun memihak pemikiran Karo, seperti Ichwan Azhari dan Daníel Perret. Karo menuju ke puncak, lawan-lawan kalap. ‘Pepetkan dimana mungkin´. Tidak sehat, tidak kesatria. Tapi kita melihat apa adanya, dan memberikan ‘pukulan’ tersasar dan fokus demi cita-cita mulia perkembangan dan kemajuan NATION INDONESIA. Kita mempertahankan survival Karo untuk itu. Kita bercita-cita demi survival semua kultut/etnis, juga untuk itu. Kita tidak menginginkan ada etnis//kultur yang mati ditengah jalan dalam cita-cita itu. Kita maju bersama, sesuai pemikiran dialektika Karo sikuningen radu megersing, siagengen radu mbiring. Jalan WIN WIN SOLUTION, JALAN KARO.
    Soekarno dan Hatta akan sangat marah kalau dipertentangkan dengan patriot Karo Ngumban Surbakti. Juga keluarga Bung Karno dan Bung Hatta akan marah kalau dipertentangkan dengan etnis Karo disini diwakili Ngumban Surbakti. Karo terkenal adalah daerah PNI Soekarno. Hatta bilang semua orang Karo pahlawan dalam melawan penjajah Belanda, Karo mengorbankan nyawa dan harta bendanya.

    MUG

Leave a Reply