Mendapat 14 Tusukan di Tubuh, Beru Ginting Tewas Bersujud

0
126

imanuel 200.IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Belum juga terungkap kasus pembunuhan Patar Ginting sekeluarga beberapa bulan lalu, Polsek Namorambe kembali harus bekerja ekstra untuk mengungkap kasus pembunuhan. Soalnya, warga Kecamatan Namorambe kembali digegerkan penemuan sosok mayat wanita paruh baya [Kamis 31/10: sekitar 08.30 wib] di perladangan jagung milik Fitri br Ginting di Dusun III Desa Namorambe (Kecamatan Namorambe).

Sosok mayat yang ditemukan warga tersebut terakhir diketahui bernama Herlina br Ginting Manik alias mamak Sofi (39) warga Desa Kuta Tengah (Kecamatan Namorambe), korban pertama kali  ditemukan tewas dengan kondisi bersujud oleh Nenek Lunding (54) warga dusun IV Desa Namorambe.

Mendapat temuan itu, Nenek Lunding kemudian memberitahukan kepada salah satu warga lainya bernama Sri (37) yang kemudian melihat ke lokasi penemuan mayat. Setelah itu, warga tadi langsung memberitahukannya kepada warga lainnya. Mendapat kabar ada sosok mayat, warga seketika heboh dan langsung berhamburan menuju lokasi penemuan mayat. Polsek Namorambe yang juga mendapat informasi tersebut, meluncur ke lokasi dan melakukan olah TKP. Selanjutnya mayat wanita paruh baya ini dibawa ke Rumah Sakit H. Adam Malik untuk keperluan Outopsi.

Pantauan wartawan di lokasi kejadian, bahwa sekira lima meter dari tempat penemuan mayat ditemukan sebuah sarung pisau berukuran panjang dan besar. Kuat dugaan, pisau tersebut digunakan untuk menghabisi nyawa korban dikarenakan di sekujur tubuh korban terdapat beberapa luka tusukan.

imanuel 201Dugaan sementara, korban dibunuh oleh seseorang yang mungkin sedang cekcok dengan korban. Di tubuh korban ditemukan luka beberapa tusukan seperti di bagian rusuk kanan, di bagian punggung korban, dan beberapa bagian tubuh lainnya, Selain itu, terlihat mulut korban juga mengeluarkan darah.

Informasi lain yang berhasil dikutip wartawan bahwa Herlina Br Ginting ini memiliki tiga anak dan suaminya Dison Sembiring  sudah meninggal sekira 10 tahun lalu. Dia bekerja sebagai  petani di ladang dan persawahan miliknya. Selain itu, korban berjualan di Pajak Pagi dengan berjualan sayur-sayuran yang diambil langsung dari kebunnya.

Kapolsek Namorambe AKP J.H. Situmorang melalui Kanit Reskrim Iptu S. Sembiring yang ditemui wartawan di Polsek Namorambe mengatakan, hasil otopsi korban di rumah Sakit H. Adam Malik ditemukan 14 luka tusukan berupa 5 tusukan yang terletak  di bagian dada, hulu hati, rusuk, leher dan 9 luka bacokan di sekujur tubuh korban.

“Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan kasus tersebut, dan mudah-mudahan kasus tersebut akan terungkap secepatnya,” katanya.

Leave a Reply