Jenazah Herlina br Ginting Akhirnya Dikebumikan

1
225

imanuel 202IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Jenazah Herlina Br Ginting (39) Warga Dusun 3 Kuta Tengah (Kecamatan Namorambe) yang tewas dihabisi dengan14 liang oleh pacarnya Naksi Tarigan (50) yang tubuhnya ditemukan warga [Kamis 31/10 pagi] akhirnya dikebumikan oleh pihak keluarga [Jumat 1/11] setelah dilaksanakan prosesi adat di Jambur Desa Kuta Tengah (Kecamatan Namorambe). Pantauan Sora Sirulo, sanak keluarga sangat berduka meratapi kepergian Herlina. Keluarga semakin terharu melihat 2 anak korban yang masih kecil sudah menjadi yatim piatu; Adi Sembiring Pandia (14) kelas 2 SMP di Yayasan Yapim Namorambe dan Junius Perdana Sembiring Pandia (10) yang masih kelas 4 SD, Ayah kedua anak ini telah meninggal dunia sekitar 10 tahun lalu.

Sementara, putri sulungnya, Sofie Br Sembiring Pandia (18) yang bekerja di Malaysia sebagai TKW, belum sempat hadir di Jambur Desa Kuta Tengah dalam menjalankan prosesi adat terakhir ibunya Herlina Br Ginting.

Lian Surbakti (42) warga pasar IV Desa Ujung Labuhan (Kecamatan Namorambe) yang merupakan salah seorang keluarga Herlina br Ginting mengatakan, sekitar 4 bulan lalu korban pernah datang ke rumahnya bersama seorang laki-laki.

“Setelah korban bersama teman laki-lakinya itu masuk ke rumah saya dan duduk, tak lama berselang tersangka Naksi Tarigan juga datang ke rumah saya. Setahu bagaimana, Herlina br Ginting kemudian pergi menuju rumahnya dan meninggalkan laki-laki yang bersamanya tadi. Saat Herlina pergi, Naksi Tarigan juga ikut pergi sehingga laki-laki yang datang bersama Herlina tadi tinggal di rumah saya,” katanya.

Tak lama berselang, katanya, Naksi Tarigan kembali datang dengan menenteng parang sambil berkata kepada saya.

imanuel 203“Mana Herlina tadi? Mau saya bunuh dia,” ujar Lian Surbakti mengulangi perkataan Naksi Tarigan.

Hal yang sama juga dikatakan Sanggup Purba (44) warga Jl. Karya Wisata Komplek Villa Kencana yang merupakan suami dari adik korban. Menurutnya, ia pernah mendapat laporan dari kemenakannya Jenius Perdana (10) yang merupakan anak korban yang paling kecil bahwa mereka pernah mau ditabrak oleh Naksi Tarigan dengan anggkot Nitra yang dikemudikan Naksi Tarigan. Saat itu, korban bersama anaknya Adi Sembiring Pandia (14) dan Junius Perdana Sembiring Pandia (10) dibonceng impalnya yang bernama Ramli Surbakti alias Bolang (60) warga Pasar V naik sepeda motor dari arah Medan menuju Namorambe.

“Saat mereka mau masuk ke gang rumahnya di Desa Kuta Tengah Kecamatan Namorambe, tiba-tiba Naksi Tarigan datang dari arah Namorambe hendak menabrak mereka,” ujar Sanggup Purba.

Sementara,  Juliana br Barus (24) juga mengatakan, ia masih sempat melihat korban [Rabu 30/10 sore sekitar 15.30 wib] pergi ke ladang sendirian. Saat itu, Juliana br Barus duduk-duduk di teras rumahnya bersama beberapa orang temannya, Ia melihat korban berjalan sendiri ke ladangnya.

“Jalan menuju ladang korban berada di samping rumahku. Jarak ladangnya hanya beberapa ratus meter.  Selama ini, korban selalu ke ladang bersama anaknya yang paling kecil, Namun kemarin [Rabu 30/10], korban ke ladang hanya sendiri. Esoknya, kami sangat geger begitu mendengar Herlina sudah menjadi mayat tidak jauh dari ladangnya,” tutur Juliana.

Sementara informasi diperoleh di lapangan, antara korban dengan tersangka Naksi Tarigan sudah berhubungan selama hampir 3 Tahun. Korban dikabarkan kerab meminta uang kepada Naksi Tarigan. Bahkan, tersangka Naksi Tarigan sempat menjual warisannya berupa sebidang tanah untuk memenuhi permintaan korban.

Beberapa hari sebelum kejadian pembunuhan, Naksi Tarigan meminta uang kepada korban sebanyak Rp. 600 Ribu dengan alasan biaya mengurus SIM. Namun permintaan Naksi Tarigan tidak dikabulkan oleh korban. Bahkan korban Herlina br Ginting malah mengatakan “mana ada uangmu sama aku” kepada tersangka.

Merasa kesal, tersangka kemudian pergi meninggalkan korban. Tak lama setelah itu, Naksi Tarigan mengirim SMS ke ponsel korban dengan ancaman akan dibunuh. Naksi Tarigan makin kalut ketika melihat Herlina berboncengan dengan pria lain. Ia pun kemudian mengatur siasat untuk menghabisi nyawa Herlina.

Di tempat terpisah, Kapolsek Namorambe AKP JH Situmorang melalui Kanit Reskrim Iptu S. Sembiring ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait kasus pembunuhan terhadap Herlina Br Ginting kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Deliserdang.

1 COMMENT

  1. Man kita singoge berita enda, ndigan pe, adi sekalak jelma enggo mengancam, ula anggap sepele. Harus lit ibahan tindakan utk mengantisipasi.

Leave a Reply