Oshinta br Sinuhaji Tak Pulang, Dikira Korban Perdagangan Manusia

0
196
imanuel 207
Click foto Oshinta br Sinuhaji untuk ukuran besar.

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Kepergian Oshinta Br Sinuhaji (16) pelajar Kelas 1 SMU Negeri 1 Delitua [Kamis 7/11: sekira 10.00 Wib] membuat kedua orangtuanya Bebas Sinuhaji (64) dan Istrinya Beru Ginting kelimpungan. Keduanya  warga Dusun IV Rumah Parik (Kecamatan Biru-biru) Kepergian anak ke 5 dari 9 bersaudara ini, tidak meninggalkan pesan apapun.

“Ia cuma pamitan pergi sekolah hari itu. Namun, sampai sekarang belum juga pulang,” kata Bebas Sinuhaji Sedih.

Menurut Bebas Sinuhaji kepada Sora Sirulo [Jumat 8/11: sekira 16.30 Wib], semenjak anak gadisnya Oshinta Beru Sinuhaji tidak pulang ke rumah, ia juga telah melakukan pencarian ke sanak keluarga bahkan sudah mendatangi sekolah Oshinta. Namun, hasilnya tetap nihil, kata Bebas Sinuhaji seraya mengatakan kalau selama ini dia tidak ada berselisih paham dengan anaknya Oshinta.

“Dia anak baik dan penurut. Setahu kami, kami tidak pernah ada permasalahan dengan Oshinta. Makanya kami heran, kok dia pergi begitu saja. Apa sih salah kami, nak, makanya kau tega tinggalkan kami tanpa pamit,” kata Beru Ginting Ibu Oshinta sambil berlinang air mata.

Lebih Jauh kata kedua orangtua Oshinta Beru Sinuhaji yang rambutnya sudah mulai banyak ditumbuhi uban ini, saat mereka menghubungi melalui ponsel Oshinta, dia mengaku sedang berada di Kalimantan Barat dan bekerja di perusahaan besar. Keberadaanya tak usah dicari.

imanuel 208.“Saat kami telpon, katanya ia sedang berada di daerah Jawa Jalu Kalimantan Barat dan bekerja di perusahaan besar, dibawa oleh Rita Beru Ginting warga Amplas. Saya pun enggak tau siapa Rita itu. Kami juga tak percaya kalau anak kami bekerja di perusahaan. Karena dia cuma tamat SMP. Yang kami khawatirkan, dia menjadi korban penjualan manusia,” sambung Bebas Sinuhaji.

Bebasta pun berharap bagi yang menemukan keberadaan anaknya segera membawanya pulang ke rumah.

Anakku, Oshinta. Mulih lah kam, anakku. Lanai kal terpan aku naken e pe kinahun kam lanai mulih e, nakku,” kata ibu Oshinta.

Leave a Reply