Lanjutan Bentrok di Ladang Bambu: Alasina Purba Masih Dirawat di Ruangan ICU

0
149

imanuel 211IMANUEL SITEPU. MEDAN. Bentrok yang terjadi di Lingkungan III Kelurahan Ladang Bambu (Kecamatan Medan Tuntungan) [Sabtu 9/11: sekira 15.00 Wib] mengambil korban dua bersaudara masing-masing Antonius Purba (46) dan Alasina Purba (42). Keduanya  warga Kelurahan Lau Cih (Kecamatan Medan Tuntungan). Antonius tewas dengan kondisi luka di sekujur tubuh. Sedangkan Alasina luka kritis dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit H. Adam Malik. Mereka  dibacok oleh kelompok EM Cs

Kasubag Humas RSUP Adam Malik Sairi Saragih Mkn yang dihubungi wartawan melalalui telephon seluler [Senin 11/11] mengatakan, saat ini korban bentrok yang kritis tersebut yakni Alasina Purba keadaannya sedikit demi sedikit semakin membaik. Lanjut Sairi, saat ini, Alasina Purba terus dirawat secara intensif dan dipantau selama 24 jam perkembangan penyembuhannya. Dis masih diletakkan di ruangan ICU Lantai II.

“Keadaannya sudah semakin membaik, korban dirawat diruangan ICU Lantai II, selama 24 jam dokter jaga bergantian mengawasi perkembangan penyembuhan pasien,” ujar Sairi.

Sementara itu, pantauan wartawan di RSUP Adam Malik terlihat korban masih terbaring lemas di atas tempat tidur ruangan ICU. Dia belum bisa dimintai keterangan, dan tamu yang berkunjung di ruangan tempat korban beristirahat  masih dibatasi pihak rumah sakit.

Kapolsek Delitua AKP Wahyudi Sik melalui Kanit Reskrimnya Iptu Martualesi Sitepu SH MH mengatakan, menurut informasi di lapangan, diduga kedua kubu bentrok karena perebutan proyek di STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) yang terletak di Jl. Jamin Ginting, Kelurahan Lau Cih (Kecamatan Medan Tuntungan).

Lanjut Martualesi, telah dilakukan pengejaran tersangka Emang langsung ke kediamannya di Lingkungan III Ladang Bambu Kelurahan Laucih (Kecamatan Medan Tuntungan). Diamankan 4 sepeda motor, senapan angin yang sudah dirakit, pelontar anak panah dan sebuah bong sabu. Barang bukti diamankan di Polsekta Delitua. Polisi terus mengejar pelaku dan mengembangan penyidikan kasus. Beberapa personil kepolisian Polsekta Delitua masih  siaga di lokasi kejadian untuk berjaga-jaga.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan menyebutkan, sebelum terjadinya bentrok berdarah itu, pagi harinya, EM Cs disebut-sebut sempat mendatangi kelompok Anonius Cs di kawasan Lau Cih untuk mempertanyakan sejumlah lahan yang mereka kuasai bersama.

Namun saat itu EM bersama sejumlah rekannya tak berhasil menemui korban bersama teman-temannya. EM Cs pun kembali ke Ladang Bambu. Tak berselang lama, Antonius bersama rekannya mendapat kabar kalau dirinya dicari oleh EM Cs. Selanjutnya korban bersama 7 orang rekannya dengan menggunakan 4 unit sepeda motor mendatangi kediaman EM.

Ternyata kedatangannya telah diketahui EM Cs, begitu tiba di TKP, kedua kelompok pemuda ini pun bentrok. Karena kalah jumlah, rekan Antonius berusaha menyelamatkan diri, namun naas bagi Antonius dan Alasina, mereka tak sempat melarikan diri. Dengan beringasnya, EM Cs pun menghajar keduanya dengsn menggunakan senjata tajam.

Seketika itu juga, tangan kanan Anonius nyaris putus, bahkan jari telunjuk dan kepalanya tak luput dari sabetan senjata tajam. Karena mendapat serangan bertubi-tubi, dia pun terus melarikan diri dan lolos dari amukan EM Cs. Nasib serupa juga tak jauh beda dialami Alasina. Pipi sebelah kanan korban robek dibacok dan sekujur tubuhnya.

Selanjutnya EM Cs pun membakar 2 sepeda motor yang digunakan korban. Puas membakarnya, mereka pun berusaha mengejar ke 6 rekan korban yang telah melarikan diri. Dengan mengendarai 2 mobil jenis Toyota Avanza dan Suzuki Escudo mereka pun mengejarnya. Namun, setibanya di persawahan yang tak jauh dari TKP, kendaraan mereka pun terperosok ke lumpur. Karena tak bisa dikeluarkan lagi, EM Cs pun meninggalkannya di lokasi.

Leave a Reply