Hasil Operasi Kembar Siam, Nurhayati 1 Akhirnya Meninggal Dunia

0
275

imanuel 222IMANUEL SITEPU. MEDAN. Setelah dilakukan operasi pada kedua bayi kembar siam buah hati Hendri Sinuraya (25) dan Nurhayati Tarigan (25) warga Dusun Penggaruten Desa Siguci (Kecamatan STM Hilir) [Selasa 19/11: sekira 23.30 Wib], satu diantaranya yang bernama Nurhayati 1 akhirnya meninggal dunia. Menurut dr. Makmur Sitepu Sp OG(K), Ketua Tim Dokter penanganan operasi terhadap bayi kembar siam dempet dada ini, salah satu bayi tersebut meninggal dunia karena memiliki paru-paru kecil sehingga tidak dapat menampung oksigen.

“Dia meninggal karena paru-parunya kecil”, kata dr. Makmur Sitepu Sp.OG kepada Sora Sirulo.

Hendri Sinurya orangtua bayi kembar ini mengaku sudah pasrah apapun yang terjadi pada anaknya.

“Meski berat, saya sudah siap menerima semua hasilnya. Dari awal dokter bilang satu bayi harus dikorbankan karena ada organ tunggal yang seharusnya ganda seperti ginjal yang dimiliki salah satu bayi dan satu bayi lainnya tidak bisa dipastikan. Kemungkinannya bisa tetap bertahan tak lebih dari 50 persen,” kata Hendri Sinurya sebelum dilakukan operasi kepada wartawan.

Sementara, kondisi bayi Nurhayati 2 pasca dioperasi mulai stabil seusai dilakukan operasi. Nurhayati 2 telah bisa menggerakan badannya. Sehingga peluang untuk hidup cukup tinggi. Seperti yang dikatakan petugas medis RSUP H. Adam Malik Medan saat ditemui [Rabu 20/11: sekira 13.00 Wib] di instalasi Rindu B tempat bayi tersebut dirawat.

“Kondisinya sudah mulai membaik, namun masih tetap diawasi tim dokter untuk memantau konsdisinya. Untuk saat ini, Nurhayati 2 sudah mulai stabil,” ujar salah seorang petugas medis.

Dr. Makmur Sitepu saat dikonfirmasi melalui selulernya menambahkan: “Operasi memisahkan bayi kembar siam itu memakan waktu lebih dari 6 jam. Kondisinya masih stabil. Mudah-mudahan tetap bagus. Namun, masa kritis berlangsung selama 8 hari. Untuk itu kita tetap memantaunya.”

Sitepu mergana ini mengingatkan Sora Sirulo tentang susahnya menjelaskan proses operasi lewat telepon karena panjang pelaksanaannya.

“Mungkin besok atau lusa kujelaskan. Sekarang aku masih ada urusan,” ujar Sitepu sembari mematikan hpnya.

Leave a Reply