KKR Natal Pos PI GIKI Kabantua meriah dan hikmat

0
153

bastanta 7

BASTANTA PERMANA. MUNTE. Bertempat di Losd Desa Kabantua (Kecamatan Munte), Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal Pos PI Gereja Injili Karo Indonesia (GIKI) – Kabantua [Senin 2/12] berlangsung meriah dan penuh hikmat. Walaupun acara di luar dari jadwal yang telah ditentukan oleh panitia, antusias warga yang hadir saat itu cukup tinggi.

Mereka dengan sabar menantikan kedatangan hamba Tuhan yang seyogianya akan menyampaikan Firman (Khotbah) dalam acara tersebut. Sekitar Pkl. 22.35 Wib, Pdt. Thomas Adven Bangun dengan rombongan dari Tim El-Shadai tiba di losd Desa Kabantua yang disambut kegirangan oleh para hadirin yang sempat harap-harap cemas karena malam telah larut.

Keterlambatan ini tidak menyurutkan antusias warga yang hadir. Bahkan, saat menyampaikan khotbahnya (Dikutip dari kitab I Johanes 3 :14 – 16 ) dengan guyonan-guyonan khas Karo, mantan aktor tarung membuat hadirin yang mayoritas warga Karo kembali tertawa dan bersemangat.

Mengutip kata pengkhotbah: “Salah satu roh yang paling kuat mempengaruhi kalak Karo, adalah roh kepahitan […]’, sehingga bertolak dari hal ini, warga Karo harus membuang roh kepahitan tersebut dengan rajin membaca Firman dan tertawa. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang (Amsal 17:22 )..”

Beliau (Pdt. Adven-red) tidak habis-habisnya membuat ilustrasi tentang kehidupan kalak Karo dengan gayanya yang santai dan humoris, sehingga suasana semakin larut semakin bersemangat.

Berdamai dengan sesama menjadi inti dari semua ilustrasi, mengingat hal inilah yang menjadi permasalahan sehingga denominasi gereja terus bertumbuh di Taneh Karo. Akan tetapi, kekeristenan tersendat (stagnan). Memang kita akui, hal ini jadi salah satu kelemahan kalak Karo dimana budaya ACC(Anceng Cian Cikurak) telah menutupi sifat mendasar kalak Karo yang penuh welas asih.

Pesan Natal yang juga inti dari semua ilustrasi dan khotbah yang disampaikan malam itu adalah, dengan kelahiran Yesus Kristus kita diajari dan dikuatkan untuk dapat memaafkan dan berdamai dengan sesama, sehingga kalak Karo dapat terlepas dari roh-roh kepahitan.

Mengakhiri khotbahnya Pdt. Adven Bangun mengundang jemaat yang butuh doa pelepasan untuk maju ke depan yang kemudian akan didoakan oleh Tim El-Shadai yang selalu menyertai beliau dalam tour rohaninya.

Leave a Reply