Demo Pemuda Merga Silima ke Kantor DPRD Medan Bentrok dengan Kelompok Tak Dikenal

6
330

satria 8

SATRIA GINTING. MEDAN. Ratusan massa mengenakan pita Merah-Putih atas nama Pemuda Merga Silima yang berasal dari berbagai daerah melakukan demonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Medan [Selasa 10/12]. Mereka bergerak secara konvoi dari patung Guru Patimpus Sembiring Pelawi menuju Kantor DPRD di Jl. Krakatau, Medan. Di depan Kantor DPRD, massa berorasi mengungkapkan aspirasinya menuntut keadilan untuk ditegakkan terkait penganiayaan/pemukulan yang dilakukan oleh oknum tertentu yaitu Rahmadian cs, Ketua Satma PP Kota Medan kepada Eykal Banta Bangun beberapa minggu lalu. Tetapi, pengaduan yang dilakukan oleh korban tidak ditanggapi oleh pihak kepolisian.

Pemuda Merga Silima menuntut agar Rahmadian Shah cs ditangkap dan dijebloskan ke penjara serta usut tuntas kasus penganiayaan terhadap Eykal Banta Bangun.

satri 9Usai aspirasi dan tuntutan mereka ditanggapi oleh anggota dewan dan berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut, massa bergerak meninggalkan Kantor DPRD dan bersiap membubarkan diri. Ratusan massa yang tergabung dalam Pemuda Merga Silima ini bergerak meninggalkan Kantor DPRD menuju Padangbulan untuk membubarkan barisan dan kembali ke tempat tinggal masing-masing. Belasan bus Sutra dan sejenisnya kembali melakukan konvoi dan massa kembali berteriak “Hidup Merga Silima, Hidup Karo”.

Perang Batu antar 2 Kubu

Naas,sekitar Pukul 14.00 WIB di Jl. Guru Patimpus, bus yang dinaiki massa dari Pemuda Merga Silima dilempari oleh orang yang tak dikenal. Emosi, massa Pemuda Merga Silima turun dari bus dan menyerang balik. Bentrok pun tak dapat dihindari lagi, perang batu terjadi di kedua kubu.

Aksi lemparan berlangsung beberapa menit, tetapi entah mengapa massa PMS mundur dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Diduga ada sebagian dari kubu PMS yang tertangkap oleh kubu lawan. Menurut beberapa orang dari PMS, kelompok yang menyerang mereka berasal dari kelompok Pemuda Pancasila.

satria 10Ini menunjukkan bahwa kelompok penyerang maupun dalang yang menggerakkan mereka mencoba meredam kehidupan demokrasi melalui aksi hunjuk rasa dengan cara kekerasan alias memancing perkelahian.

“Bagaimana kita orang Karo berdemontrasi di kota yang didirikan oleh orang Karo sendiri diserang karena menyampaikan aspirasi ke perwakilan rakyat?” ungkap seorang member forum diskusi facebook Jamburta Merga Silima.

6 COMMENTS

Leave a Reply