Kanit Reskrim Polsek Delitua Martualesi Sitepu Digebuki 35 Anggota Arhanud (Kaca Mobil Dipecah, Tersangka Narkoba Dilepas)

0
282
imanuel 238
Brigadir Roy Simare-mare mengalami luka di kepala dihantam pakai kayu dirawat di RSU Mitra Sejati, Medan.

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Kegigihan Iptu Martualesi Sitepu SH MH menindak pelanggaran hukum selama menjabat Kanit Reskrim Polsek Delitua patut diacungi jempol. Namun, saat melakukan penangkapan tersangka narkoba [Minggu 8/12: dini hari], berbuah petaka baginya. Begitu tersangka berhasi diamankan, Iptu Martualesi Sitepu SH MH bersama anggota Satreskrim Polsek Delitua diserang oleh sekira 35 orang anggota TNI kesatuan Arhanud Medan  saat mereka hendak melakukan pengembangan kasus Narkoba [Minggu 8/12: sekira 02.00 Wib dini hari].

Akibat peristiwa itu, Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Martualesi Sitepu SH MH dan beberapa anggota tugas luar yang ikut dalam melakukan penangkapan mengalami luka serius dan dilarikan ke sejumlah Rumah sakit di Medan. Bukan itu saja, dengan beringasnya, oknum TNI tersebut memecahkan kaca mobil Kanit Reskrim Polsek Delitua. Usai menganiaya dan menghancurkan mobil Polisi, oknum kelompok TNI tersebut kemudian melepaskan tersangka narkoba yang berada di dalam mobil.

Informasi diperoleh Sora Sirulo [Senin 9/12] menyebutkan, kejadian bermula pada saat malam Minggu itu Unit Reskrim Polsek Delitua menangkap pelaku narkoba di Pantai Bokek.  Begitu berhasil ditangkap, jajaran Unit Reskrim Polsek Delitua yang dipimpin oleh Kanit Reskrimnya Iptu Martualesi Sitepu SH MH malam itu juga langsung melakukan pengembangan di Jl. AH Nasution, Medan, sesuai dengan petunjuk yang diberi tersangka.

Namun begitu, anggota Satuan Reskrim Polsek Delitua sedang berada di sebuah warung di Jl. AH Nasution Pangkalan Mansyur, Medan, sekira Pkl. 01.30 wib, di seberang jalan melintas 15 unit kereta berboncengan dengan membawa kayu dan broti.

Melihat aksi segerombolan pengendara kereta itu, awalnya unit Reskrim Polsek Delitua menduga gerombolan itu adalah kelompok genk motor yang sedang menggiring korbannya masuk ke lokasi jalan gelap samping Kantor Kejatisu.

Pasalnya, kejadian seperti itu pernah juga terjadi pada tanggal 2 Desember 2012 lalu, dimana korban Julius Purba (30) warga Jl. Setia Budi No.170c Kelurahan Tanjungrejo, Medan, sekira Pkl. 03.40 Wib di samping Kantor Kejatisu. Kereta korban Jenis Honda Beat BK 5693 ADW dirampas oleh pelaku perampokan. Sebelum keretanya dirampas, Korban terlebih dulu ditunjang dan ditodong dengan senjata api.

Mengetahui  hal itu, anggota reskrim Polsek Delitua langsung menyisir ke dalam lokasi jalan samping Kantor Kejatisu hingga ke ujung jalan buntu. Di sana, anggota tugas luar Polsek Delitua bertemu dengan se Kompi anggota Arhanud.

Saat berpapasan, Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Martualesi Sitepu kemudian mepertanyakan kepada anggota TNI tersebut mengapa ada di luar pada Pkl. 02.00 Wib.

Salah satu oknum TNI pun mengatakan dia menjadi korban perampokan. Mendapat penjelasan seorang oknum TNI, Iptu Martualesi Sitepu kemudian meminta kepada anggota Arhanud untuk melakukan pencarian bersama-sama.

Ironisnya, begitu Iptu Martualesi selesai bicara, sekompi anggota Arhanud berjumlah 35 orang langsung menyerang anggota Reskrim Polsek Delitua dengan membabibuta. Tanpa beri ampun, mobil Kanit Reskrim yang digunakan dalam melakukan penangkapan kasus narkoba ikut dirusak. Bahkan, seorang tersangka narkotika yang sebelumnya telah diamankan di dalam mobil, juga turut dilepas oleh oknum TNI tersebut.

“Kuat dugaan mereka baru saja merampok ranmor. Tetapi malam itu sepertinya usaha mereka tidak berhasil. Begitu melihat kehadiran Polisi, mereka sepertinya terusik dan akhirnya menganiaya Polisi,” kata salah satu petugas yang turut jadi korban ketika dikonfirmasi.

Leave a Reply