Benarkah PMS Mundur?

2
184
satria 12
Setelah mendengar perintah menarik diri.

Oleh: Satria Ginting (Medan)

Mengapa PMS mundur dan bergerak meninggalkan lokasi bentrok di Jl. Guru Patimpus? Mengapa? Mengapa? Dan, mengapa? Padahal kita ketahui massa PMS jauh lebih banyak dari massa lawan yang menyerang mereka. Seharusnya PMS kan punya nyali untuk melawan, bukan malah lari terbirit-birit dari lokasi pertempuran bagai ayam kehilangan induknya. Pasti banyak yang bertanya mengapa sampai begini, mengapa PMS menjadi pengecut. Tidak! PMS bukan pengecut! Karo bukan Pengecut! Karena Karo adalah basis pejuang, dari dulu sampai sekarang.

PMS bukan mundur, bukan mengaku kalah, bukan juga pengecut. Dari awal PMS hanya ingin menuntut keadilan terhadap korban Eykel Banta Bangun terkait penganiayaan yang dilakukan oleh Rahmadian Shah cs.

PMS sama sekali tak ingin terjadi kejadian anarkis apalagi bentrok karena PMS cinta damai. PMS hanya ingin semua orang itu sama di mata hukum, tanpa memandang latar belakang seseorang. Bukankah itu tujuan yang mulia?

Terkait dengan bentrok kemarin siang [Selasa 10/12], PMS memang konyol karena memilih mundur dan melarikan diri dari pertempuran. Tetapi akan lebih konyol lagi dan bahkan sangat konyol jika terus melawan dan meladeni serangan dari kelompok tak dikenal. Keputusan PMS memilih mundur dari lokasi pertempuran adalah keputusan yang sudah sangat dan sangat tepat.

satria 11
PMS saat berunjukrasa di Depan Kantor DPRD Medan.

Dalam situasi seperti saat itu, memang sulit untuk menentukan keputusan. Kalau peperangan terjadi, pasti korban akan bertambah dan terus bertambah. Tetapi bagaimana kalau PMS yang mewakili Karo hanya berdiam diri? Pasti Karo akan semakin terkucilkan dan terdiskriminasi di tanah sendiri.

Untuk itu mari kita merenung! Sik-sik lebe maka tindes!

2 COMMENTS

  1. seperti pepeatah lagu karo “Centeng Kuta” bas kedai ngenca pang ngeranai, apa pun ceritanya Karo kalah di hantam di kampung sendiri.

Leave a Reply