Kolom M.U. Ginting (Swedia): PMS Pengecut atau Pemberani?

0
156

M.U. GintingDalam soal PMS dilempari batu, siapa dan apa PMS, pengecut atau pemberani, berotak atau bodoh,  tentu ada pro dan kontra. Tidak soal dan itulah yang bagus, ada pro dan ada kontra. Itulah proses mencapai pergeseran untuk maju setapak lagi ke depan, ke arah progres perkembangan dari segi KONTRADIKSI. Tapi, ini punya syarat yang harus dipenuhi kedua pihak; mengedepankan argumentasi yang semakin mendalam dan semakin ilmiah, sehingga kedua belah pihak bisa belajar dan menambah wawasan dari kontradiksi itu (pro dan kontra itu).

satria 7
Foto: SATRIA GINTING

Untuk mendalami suatu masalah tidak mungkin bagus kalau hanya melihatnya dari satu segi. Paling baik ialah dari segi-segi yang bertentangan.

Saya mengatakan sikap PMS bukan pengecut, tetapi ada kekurangan. Sama terkejutnya ketika lagu Batak dibilang lagu Karo di Palembang waktu acara Kerja Tahun. Jadi, kurang persiapan dan kurang pengetahuan tentang kontradiksi antara berbagai etnis, sehingga tak bikin persiapan antisipasi.

Sekiranya PMS punya pengetahuan dan punya kewaspadaan tinggi, sudah siap bahwa bisa ada pencegatan dengan batu, dsb, sangat meringankan tugas demonstrasi demokratis itu. Kecolongan di Palembang, kecolongan juga di Medan, atau kecolongan juga di Kabanjahe ketika SBY di sana dan sekelompok anak-anak meneriakkan Horas ke SBY.

Mungkinkah ini semua dibikin jadi bahan mata pelajaran Karo? Kalau kita mempelajari ini semua, bukanlah berarti kita memusuhi kelompok tertentu, tetapi pengetahuan dan kekuatan itu semua adalah untuk MEMPERBESAR RUANG GERAK untuk perjuangan KEADILAN. Tak ada siapapun yang mau kita rugikan, karena pedoman kita tetap win-win solution Karo ‘sikuningen radu megersing, siagengen radu mbiring‘. Kalau kita mewaspadai penipuan atas diri kita, bukan berarti kita mau menipu, tapi hanyalah MELAPANGKAN RUANG GERAK seperti di atas itu.

superta 1Setiap yang mengkritik kita bukanlah musuh kita jikalau kritikan itu menyadarkan dan menyelamatkan kita. Hati-hati dengan orang yang tidak mau mengkritik kita padahal kita patut diingatkan sebab merekalah yang akan membawa dan menjatuhkan kita pada kebinasaan. Marilah kita intropeksi diri dan kalau kita tahu kita salah maka jangan malu mengakui dan memperbaikinya.

Persamaam orang pintar dan bodoh bahwa mereka sama-sama pernah melakukan kesalahan tapi orang bodoh tidak tahu bahwa ia salah. (Karo Ginting, yahoo milis GBKP)

Mari pakai pedoman di atas ini dalam melanjutkan diskusi soal PMS.

”Sudah hukum dunia bangsa yang dianggap lemah akan menjadi sasaran penghinaan. Lemah tidaknya suatu bangsa seringkali direpresentasikan oleh pemimpinnya. Demikian juga Karo, jika tidak ingin dipandang sebelah mata oleh yang lain, tidak ada jalan lain kecuali memperkuat diri (termasuk memperkuat integritas jatidiri), terutama tokoh masyarakat dan generasi mudanya.” (RGM, yahoo milis tanahkaro )

Enda berlaku denga bas abad enda, ertina tingkat perkembangan kesadaran kemanusiaan ngayak jenda denga nge. Maka Karo terpaksa menerimanya saja dan menyesuaikan diri. Ertina, terus belajar menambah kekuatan dalam semua bidang, fisik, pengetahuan, ekomomi, dan politik.

Melala denga manusia atau kelompok manusia atau golongan, menggunakan uang mencapai tujuannya. Karo sebaliknya harus bisa membuka semua latar belakang dan seluk-beluknya dan memberikan PENCERAHAN DAN HARAPAN bagi rakyat. Gia masa enda ndekah denga tapi enggo mulai teridah tanda-tanda perubahan (transisi) ku kemenangan kemanusiaan.

Bujur ras maju terus anak-anak muda.

Catatan Redaksi: Sambil merenungkan tulisan ini, kami ingatkan untuk mendukung Nova br Pandia memenangkan lomba AFI Indosiar dengan cara mengirim sms. Ketik AFI NOVA dan kemudian kirim ke 7288.

Leave a Reply