Penyerangan Terhadap PMS, Ambil Hikmahnya

1
201
satri 9
Foto: SATRI GINTING

Oleh: Romerro Cello Ginting (Yogjakarta)

Penyerangan terhadap organisasi Pemuda Merga Silima (PMS) setelah melakukan demonstrasi menjadi hangat di masyarakat Sumatera Utara. Di beberapa media cetak menjadi head line. Juga beberapa group media sosial ramai membicarakan hal tersebut. Banyak pro dan kontra tentang aksi penyerangan PMS tersebut. Ada yang datar-datar saja sekedar ikut menyimak, ada yg menggebu-gebu membela PMS, dan ada juga yang berbahasa provokatif.

Namun, yang sudah terjadi kita jadikan pelajaran dan kita ambil hikmahnya. Saya secara pribadi membuat postingan yang sedikit menstimulasi emosio yang bagi sebagian orang postingan saya provokatif.

Ada yang membela opini saya dan tidak sedikit juga yang menyalahkan saya dalam postingan saya yang berjudul PENYERANGAN Pemuda Merga Slima “SENTIMEN KELOMPOK ATAU SETINGAN PMS ??” dan kemudian HEBATKAH ORANG KARO ITU ???

Postingan saya ternyata mengundang kontraversi yang cukup hangat. Klarifikasi dari postingan saya tersbut adalah “ingin mengukur seberapa besar patriotisme masyarakat Karo di forum ini”.

simbisaluar biasa. PATRIOTISME orang Karo cukup layak dibanggakan. Orang-orang non Karo yang membaca komentar-komentar di forum itu saya rasa akan berpikir berkali-kali kalau seandainya berniat mengganggu Karo dan bagi pembaca non Karo saya rasa pasti akan mengacungkan jempol melihat PATRIOTISME masyarakat Karo,

Hikmah dari penyerangan PMS ini, paling tidak, bisa menggelitik rasa kebersamaan dan patriotisme warga Karo.

Semoga rasa kecintaan Karo, kebersamaan serta PATRIOTISME ini kita usahakan supaya berlanjut untuk selamanya.

BUJUR RAS MEJUAH- JUAH

1 COMMENT

  1. Aksi demo damai PMS ke DPRD adalah aksi legal dan sesuai denga prinsip demokrasi negeri kita, dan bukan hanya itu tapi juga mecerminkan cara-cara berdemokrasi menuntut sikap adil dan pelaksanaan hukum atas aksi pengeroyokan dan penyiksaan atas Eikel Bangun oleh gerombolan PP. Dalam perjalanan pulang selesai demo damai itu, ditengah jalan dihadang pula oleh massa PP, melemparinya dengan batu dan merusak kenderaan mereka, karena katanya PMS dalam orainya di DPRD ‘menyalahkan’ ketua PP. Orasi demo damai dan demokratis PMS diteror dengan lemparan batu dan perusakan kenderaan mereka. Terror massa seperti ini bukanlah tindakan jantan, bukan demmokratis, apa lagi ‘sesuai dengan Pancasila’. Tak mungkin Pancasila menganjurkan masa PP untuk melempari PMS dengan batu dan merusak kenderaan angkutan mereka. Pancasia apa pula itu.
    PMS menyatakan pendapatnya kepada DPRD dengan lisan dan tulisan, supaya penganiaya Erikel Bangun ditangkap dan diproses hukum. PMS tidak melempari DPRD pakai batu atau merusak kenderaan mereka. Kenapa PP melakukan protesnya dengan batu atau kayu?
    Aksi terror PP sangat lamban diatas oleh polisi, sehingga seakan akan ‘membiarkan’, seorang anggota PMS yang sudah tergeletak tak berdaya masih berulang ulang dan bergantian dihajar lagi oleh massa PP. Sangat tidak berperikemanusiaan. Ini katanya pancasila? Sangat melecehkan lambang kehidupan bangsa.
    Dengan kejadian negatif ini, PMS/Karo jadi lebih bisa lagi memperkenalkan dirinya kehadapan publik negeri ini bahwa Karo dan PMS akan terus maju sebagai lambang perjuangan untuk KEADILAN bukan hanya bagi PMS Karo tetapi bahkan terlihat lebih jelas untuk seluruh negeri kita. Dan Karo telah menunjukkan hal ini sejak ratusan tahun kebelakang dalam perjuangan menentang penjajahan. Mulai dari kedatangan Belanda karena merampok tanah-tanah subur orang Karo dijadikan perkembunan tembakau dan karet di Sumtim, yang pada zaman itu menjadi pusat kekuatan militer kolonial. Karo menunjukkan perjuangan itu sekarang juga, sekarang dalam bentuk perjuangan untuk KEADILAN dan ditunjukkan dengan jalan demokratis dan damai. Dan bahwa dengan cara demokratis dan DIALOG, diskusi dan PENCERAHAN, persoalan KETIDAKADILAN negeri kita bisa diselesaikan.
    Karo dan pemudanya akan terus membuktikan kebenaran jalan ini.

    MUG

Leave a Reply