Dalam 4 Hari Terakhir, Sinabun Akibatkan 1.700 Gempa

0
169

alexander firdaustngguntur purba 50ALEXANDER FIRDAUST. KABANJAHE. Aktivitas Deleng Sinabun tercatat masih tinggi hingga kemarin [Selasa 17/12]. Bahkan, dalam kurun 4 hari terakhir, erupsi Sinabun telah menimbulkan gempa sebanyak 1.700 kali. Kekuatan gempa akibat aktivitas gunung ini sementara frekuensi tertinggi terjadi kemarin dulu [Senin 16/12] saat aktivitas yang terjadi mencapai 1.000 kali. Ini disampaikan oleh Ketua Tim Tanggap Darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika kepada wartawan [Selasa 17/12].

“Kekuatan dari getaran gempa akibat aktivitas Sinabun beragam. Frekuensi tertinggi terjadi kemarin. Aktivitas itu mencapai 1.000 kali,” ujarnya.

Gede Suantika juga menyebutkan, peningkatan tekanan energi dari perut Sinabun telah menimbulkan pecahan tanah di bagian kawah. Kondisi seperti itu mengakibat longsor material dari lokasi kejadian. Bahkan, PVMBG merekam longsor sejauh 700 meter.

“Aktivitas Gunung Sinabun belum bisa dikatakan normal meski secara kasat mata kelihatan seperti biasa. Pemukiman masyarakat radius 5 kilometer harus steril supaya, jika terjadi kemungkinan terburuk, tidak sampai merenggut korban jiwan,” tambahnya.

Pada kesempatan lain, Ketua Media Center Penanggulangan Bencana Deleng Sinabun Posko Kabanjahe (Jhonson Tarigan) menyebutkan, saat ini, jumlah pengungsi Sinabun semakin meningkat. Jumlah pengungsi hingga kemarin [Selasa 17/12] tercatat telah mencapai 18.217 jiwa atau 5.594 kepala keluarga.

Semakin bertambahnya jumlah pengungsi menurut Jhonson Tarigan adalah karena sampai saat ini status Deleng Sinabun belum berubah dan masih status “Awas”. Oleh sebab itu, katanya, masyarakat yang berada di desa-desa di di dalam radius 5 Km dari kaki Sinabun harus pindah atau mengungsi ke lokasi yang dianggap aman.

“Ini harus dilakukan oleh warga demi kepentingan keamanan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo tidak ingin terjadi peristiwa yang merugikan masyarakat,” ucap Jhonson.

Selanjutnya Jhonson juga mengingatkan, hingga saat ini, keberadaan Deleng Sinabun masih kelihatan menyemburkan asap tebal bercampur debu yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dari data yang diperoleh melalui Posko Penanggulangan Bencana Deleng Sinabun, Kabanjahe, jumlah tempat penampungan di kota tersebut sebanyak 31 lokasi.

Umumnya para pengungsi yang menempati tempat-tempat penampungan berasal dari 23 desa dan dusun di Kabupaten Karo, diantaranya Sukameriah, Gurukinayan dan Selandilama (Kecamatan Payung), Berastepu, Sibintun, Gamber, Kutatengah, dan Kutambelin (Kecamatan Simpangempat) serta Kutarayat, Sigarang-garang, Kebayaken, Kutatonggal dan Sukanalu (Kecamatan Namanteran).

Leave a Reply