Bejeng Ginting di Posko Pengungsi Sinabung

0
270

ita 11ita 36ITA APULINA TARIGAN. KABANJAHE. Siang terik di Kota Kabanjahe tiba-tiba berganti mendung [Sabtu 28/12]. Hujanpun mulai turun sejak Pkl. 14.00 Wib. Dan terus menderas. Kegiatan di pusat kota tidak berhenti. Walau di sana sini kelihatan orang-orang berteduh, kesibukan berjalan terus. Sampai malam hujan mulai rintik. Kami mencoba berkunjung ke beberapa Posko Pengungsian Bencana Gunung Sinabung sembari mencari tahu kegiatan apa yang mereka lakukan di malam Minggu.

Sejenak kami berhenti di Posko Pengungsian Mesjid Raya, Kabanjahe. Terlihat beberpa pria berdiri di teras mesjid. Suasana lengang karena para pengungsi sudah mulai beristirahat. Beberapa anak remaja berbincang gelak di pintu mesjid, lalu kemudian masuk lagi ke dalam.

Perjalanan kami teruskan ke Posko Pengungsian Gereja GBKP Kota Kabanjahe. Posko ini tepat berseberangan dengan Pusat Posko Pengungsi GBKP yang ada di Kantor Klasis Kabanjahe. Di sini tiba-tiba hujan menderas kembali.

Kamipun berlari-lari mencari tempat berteduh. Sementara dari teras gereja berkumandang lagu ‘Kopi ras Teh Manis’ yang dinyanyikan artis Karo Bejeng Ginting. Dengan gaya khasnya, Bejengpun memelesetkan syair lagu itu sehingga ibu-ibu yang duduk rapi di tenda tersenyum-senyum dan tertawa kecil.

ita 38Dua pasang perkolong-kolong telah nampak bersiap-siap dengan MC  Wahyudi ‘Merap’ Tarigan. Suasana malam hujan dingin menjadi hangat. Terlihat beberapa pemuda bersiap-siap melihat penampilan para penyanyi Karo tersebut.

Posko Rg. GBKP Kota saat ini ditempati 365 Kepala Keluarga dari Desa Berastepu. 365 keluarga ini terdiri dari 942 jiwa, diantaranya ada 97 orang Lansia, ibu hamil 7 orang dan 30 bayi.

Menurut Pdt. Rosmalia Barus, Sekretaris Posko Pengungsian GBKP, acara malam ini disponsori oleh Komunitas Peduli Sinabung yang baru-baru ini melakukan acara pengumpulan dana untuk para pengungsi Gunung Sinabung.

Leave a Reply