Kebutuhan Pendidikan Anak Pengungsi Sinabung Sangat Mendesak !

1
169

ita 11ITA APULINA TARIGAN. KABANJAHE. Sejak bulan Oktober 2013, Posko GBKP telah memfasilitasi para pengungsi yang masih pelajar agar dapat terus bersekolah. Salah satunya adalah dengan menyediakan sarana pengangkutan antar jemput dari tempat pengungsian dan ke sekolah. Saat ini ada sekitar 150 orang pelajar SD, SMP dan SMA yang difasilitasi dengan pengangkutan antar jemput ini ke Simpangempat. Demikian disampaikan Sekretaris Posko Pengungsi GBKP, Pdt. Rosmalia Barus, kepada Sora Sirulo di Posko GBKP, Kabanjahe [Sabtu 28/12].

Menurut bu pendeta ini, selain bahan makanan, kebutuhan pendidikan pada anak-anak pengungsi saat ini perlu ditanggapi dengan segera.

Beberapa waktu lalu, GBKP juga sudah memberikan bantuan kepada para mahasiswa pengungsi sebanyak 464 orang dengan memberikan Rp 800 ribu/ orang/ bulan.

“Kita juga menyurati universitas tempat mereka belajar dan mengajukan permohonan agar mahasiswa bersangkutan dapat diberi keringanan. Puji Tuhan, beberapa universitas langsung memberikan tanggapan positif. Seperti Universitas Diponegoro dan Methodist, mereka melakukan cek ke panitia Posko dan langsung memberikan keringanan,” kata Pdt. Rosmalia.

Kesulitan para pelajar ini karena orangtua mereka tidak bekerja dalam 3 bulan terakhir ini.

“Jika boleh bersuara, sebaiknya pemerintah, khususnya Kementrian Pendidikan, harus punya program nasional untuk masyarakat yang terkena bencana, terkait dengan keringanan dalam hal pendidikan,” harapnya.

1 COMMENT

  1. Terlihat bagaiamana terasa pentingnya kelanjutan pendidikan bagi anak-anak maupun mahasiswa dari keluarga yang tertimpa malapetaka gunung sinabung. Sampai saat ini kelhatana relatif sudah berjalan, bersyjukur atas semua bantuan sukarela dari banyak penjuru, termasuk dari sebagian universitas. Berarti ada penghargaan bagi Karo dan existensi Karo sebagai satu kultur dan daerah yang semakin dikenal oleh dunia.

    “Jika boleh bersuara, sebaiknya pemerintah, khususnya Kementrian Pendidikan, harus punya program nasional untuk masyarakat yang terkena bencana, terkait dengan keringanan dalam hal pendidikan,” harapnya.

    Permintaan yang begitu halus dari bu pendeta ini. Tetapi bagi pemerintah daerah Karo yang tertimpa bencana nasional ini, tidak harus ‘terlalu halus’ membikin pernyataan soal kebutuhan daerahnya yang tertimpa bencana. Apa saja dalam bentuk pernyataan atau tuntutan pelaksanaan kewajiban penanggulang bencana yang sudah tersedia budgenya, supaya sesegera mungkin mengeluarkan jaminan kelanjutan pendidikan bagi semua anak-anak sekolah dan mahasiswa yang tertimpa kesulitan ekonomi karena bencana ini. Disini bukan soal ‘basa basi’, karena tiap daerah atau penduduk yang kena bencana ada hak mendapatkan jainan bantuan. Pemda tak akktif, siapa yang aktif.

    MUG

Leave a Reply