Sirulo TV: Pengungsi Sinabung Menatap Kenangan di Tahun Baru

0
205

Sirulo TV: Sinabung Masih Saja Gerudukngguntur purba 58NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Mereka tidak sedang berpiknik, tapi meratapi kampung halaman dari kejauhan. Di hari pertama Tahun Baru 2014 ini [Rabu 1/1], beberapa pengungsi bencana Sinabung yang mengungsi di Kabanjahe dan Berastagi pergi ke Desa Perteguhen (Kecamatan Simpangempat). Dari sana mereka memandang kampung halaman di kejauhan. Jelas, ini bukan untuk berbahagia memandang ingan pusung ndabuh ndubé dengan cara seperti ini.

Sejak letusan hebat beberapa hari lalu, beberapa desa di dalam radius 5 km meter dari kawah Sinabung disisir oleh TNI dan BNPB untuk dikosongkan. Demi keselamatan warga, tentunya. Semua warga pasti mengerti dan sangat setuju atas tindakan pengosongan ini.

Namun, apa mau dikata. Di Tahun Baru seperti ini, rumahku ndai, jumaku ndai, sapo terulang ndubé ….. Nadi berdenyut lain. Suara-suara memanggil.

Tak tahan dengan panggilan itu, beberapa pengungsi menyempatkan diri hingga ke perbatasan zona aman untuk bisa memandang samar ke kampung halaman. Mereka membagi cerita satu sama lain sambil memandang kelu kaki gunung.

Lihat saja kakek yang berumur sekitar 75 tahun itu. Dia tidak begitu tertarik dengan komentar-komentar orang-orang muda di sebelahnya. Dia menatap kosong ke kenangan lama. Ketika masih bocah bermain petar-petar atau patuk lele di tengah kesain, saat mandi-mandi di Lau Borus yang mengalir dari Danau Lau Kawar menuju Lau Biang dan seterusnya ku lawitna simangko-mangko.

Atau, teringat masa remaja, saat pertama kali dia tertarik pada gadis sekampungnya. Atau ketika dia merasa ngilas sekali terhadap seorang pemuda remaja lain. Atau, ketika dia menerima anak pertama. Dan lain-lain sebagainya.

Bercampur baur. Dan, tentu saja, dia tidak akan mau ceritakan semuanya. Terlalu banyak!

Ada puluhan pengungsi yang meratapi kampung halamannya saat Sora Sirulo berada di sana. Akan tetapi, jangan kira jumlah keseluruhannya dalam sehari hanya puluhan. Saat Sora Sirulo berada di sana sejak Pkl. 13.00 Wib siang tadi, para pengungsi silih berganti datang dan pergi hanya untuk meratapi kampung halaman atau sekedar mengucapkan Selamat Tahun Baru di dalam hati dengan harapan untuk bisa kembali ke kehidupan lama.

Setelah kejadian letusan beberapa hari lalu, para pengungsi sudah mulai merasa takut untuk pulang ke kampung. Sebagaimana mereka tuturkan kepada Sora Sirulo, masih banyak ternak mereka terlantar di kampung; seperti lembu, ayam, dan anjing. Belum lagi kenangan yang mereka tinggalkan.

Selamat Tahun Baru, Sinabung!

Leave a Reply