Puisi: ANJING KAMPUNG

1
269

ita 11Oleh: Ita Apulina Tarigan

Tiba-tiba aku teringatkan anjing kampung di jalanan kuta Berastepu

Bulu-bulu tebal mereka kuyu disiram abu vulkanik

Ada yang pasrah meletakkan kepalanya di lantai berdebu

Ada yang tegak duduk, mata lesu


Kecerian sepasang ayam remaja tidak mampu mengusik anjing-anjing

Mereka mengawal kuta berdebu

Meski takut dan sepi, bertahan setia menanti yang dirindukan

Anjing-anjing kampung setiawan

kadang mendongak bila Sinabung bergemuruh

Meski lunglai tetap tak beranjak

Katanya: akulah anjing penjaga dengan cinta yang tak pernah padam.

1 COMMENT

Leave a Reply